• ??? ????
  • ??? ????
  • Ford Everest 2.5L TDCi - Long Trip Hero

    Thu,07 June 2012 | 10:00

       
     

    JIP - Mengikuti petualangan para penyuka d-cab (baca di 102), tentu kami butuh kendaraan yang sesuai. Awalnya ingin memakai pikap d-cab juga, tapi Ford Motor Indonesia malah menawarkan Everest terbaru mereka.

    Setelah ditimbang-timbang, bisa jadi Everest pilihan terbaik. Karena rombongan kami berisi empat orang, lengkap dengan peralatan fotografi serta perbekalan untuk dua hari. Dengan SUV 7 seater, kami mendapat ruang ekstra. Selain itu, kami juga berjaga-jaga jika terpaksa menghabiskan malam di dalam mobil. Tentu kabin besarnya lebih nyaman ketimbang kabin d-cab yang relatif kecil.

    Dalam perjalanan yang relatif panjang pun, Everest ternyata menyimpan beberapa kejutan. Kami membawanya dari kantor redaksi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, hingga teluk Kelumbayan, di Lampung. Kejutan pertama, karena handling dan suspensi Everest ternyata mantap untuk perjalanan jauh. Suspensinya cukup keras sehingga stabil pada kecepatan tinggi, tapi tak terlampau keras hingga masih nyaman di kecepatan rendah.

    Kejutan berikutnya, adalah tenaga besar dari mesin 2.500 cc turbo diesel berteknologi commonrail, membuat acara salip-menyalip menjadi enteng. Malah, saat awal perjalanan kami menebak mesinnya 3.000 cc. Maklum, entakan tenaganya cukup terasa. Sampai di rest area, kami baru sadar, hanya Ranger yang dibekali opsi mesin 3 liter, Everest hanya 2.500 cc!

    Posisi mengemudi yang nyaman, juga tak membuat capek menempuh perjalanan 8 jam ini. Terbukti dari keengganan Bimo melepas posisi driver dari awal perjalanan hingga tiba di lokasi. Padahal, ia seharusnya hanya mengemudi sampai rest area pertama, tapi keterusan.

    Perjalanan kali ini juga menguji kehandalan Everest, karena melewati berbagai medan. Dari aspal mulus di jalan tol, tanjakan dan turunan meliuk di pegunungan, hingga light off-road di daerah pantai.

    Kesimpulannya, Everest mampu menjadi teman perjalanan yang baik. Nyaman dan menyenangkan dikemudikan, kapasitas angkut yang besar, serta konsumsi bbm yang efisien. Ditambah kemampuannya melibas berbagai medan, maka Everest pun menjadi pilihan ideal untuk perjalanan jauh kami. 

    Pelek
        Kasta tertinggi Everest ini dapat ditandai dengan pelek 18 inci yang jadi bawaan standar. Ban yang digunakan, 255/60-R18 juga lebih lebar 10 mm dibanding model lain. Selain gagah, juga membantu kestabilan dan pengendalian di jalur aspal.
     
    Mesin
        Duratorq 2.500 cc diesel commonrail dengan variable geometry turbo. Tenaga yang tercantum dalam brosur, 143 ps dengan torsi sekitar 340-an Nm. Rasanya ini lebih dari cukup. Yang cukup menakjubkan, saat menghitung konsumsi bbm, ternyata dalam perjalanan jauh Everest bisa menembus angka 15 km per liter!

    Paling terasa manfaatnya saat salip menyalip melawan bus antar kota yang memenuhi jalur perjalanan. Everest tak pernah kesulitan saat ingin menyalip kendaraan lain, meski bobotnya diatas 2,5 ton. Oya, saat perjalanan kami menggunakan solar biasa, bukan pertamina DEX.

    Transmisi otomatis yang digunakan pun terasa pas. Memang di putaran rendah agak lambat, bisa jadi akibat transmisi otomatis. Namun, tak ada gejala penurunan tenaga kala pedal gas diinjak lebih dalam. Entakan dari turbo VGT terasa panjang, dengan semburan tenaga yang konstan sampai rpm tinggi.

    Driving Position
        Salah satu fitur yang jadi favorit kami, adalah posisi duduk yang nyaman. Apalagi buat pengemudi, ergonomi serta posisi kemudi yang mirip sedan ini membuat betah, meski perjalanan cukup jauh. Tambah nyaman dan aman, karena power steering-nya menyesuaikan dengan kecepatan. Saat kencang jadi berat dan stabil, dan saat pelan terasa ringan bermanuver.

    Suspensi
        Suspensi Everest ini terhitung nyaman dan mampu mengakomodir berbagai medan yang kami temui. Format independent double wishbone di depan menyumbangkan kenyamanan dan kepresisian kemudi. Sedangkan leaf spring dengan stabilizer bar di belakang, pas untuk membawa beban lebih. Toh, Everest adalah 7 seater, dengan kapasitas angkut yang cukup besar. Sehingga harus siap menghadapi beban besar.

        Satu nilai plus adalah perilakunya saat kecepatan tinggi. Minim gejala limbung, dan membuat pengemudi lebih pede memacu kendaraan. Jadi seimbang dengan karakter mesinnya yang cukup responsif.

    Manuver
        Meliuk di tengah kapal feri, bukan hal sulit bagi Everest. Meski tubuhnya bongsor, namun dengan radius putar mencapai 6,1 m, handlingnya terasa lincah dan mudah. Ini juga berarti Everest dapat diandalkan bermanuver di tengah padatnya perkotaan. Meski tak cocok untuk daerah-daerah yang jalannya benar-benar sempit.

    Kabin
        Boleh dibilang, desain kabin terkesan sedikit kuno dibanding pesaingnya. Namun pilihan warna dan bahan, memberi nuansa kehangatan yang nyaman.
    Meski dasbornya tampak simpel, namun dilengkapi semua fitur yang membuat perjalanan jauh jadi lebih nyaman. DVD player yang juga dapat memutar cd audio serta mp3, menjadi teman perjalanan yang menyenangkan.
        Satu catatan, duduk di baris kedua juga nyaman. Lapang buat kaki, serta daya pandang cukup luas, memudahkan kami menikmati panorama perjalanan. Peredaman kabin yang efektif, menahan suara angin serta mesin agar tak mengganggu penghuni kabin.

    Bodi
    Dibandingkan pesaingnya, sosok eksterior Everest yang paling konvensional. Masih jelas guratan desain mengotak warisan model terdahulu. Lucunya, beberapa rekan yang kami tanya, justru lebih suka model awal, yang dinilai lebih gagah. 


    Spesifikasi Teknis
    Mesin          
    Diesel DURATORQ 2.500 cc
    4 silinder, 16-Valve, DOHC
    Direct Injection Commonrail VGT Turbo Intercooler
    Tenaga       
    143 ps / 3.500 rpm
    Torsi   
    33,7 kgm / 1.800 rpm

    Transmisi  
    Matic 5 speed

    Wheelbase       
    2.860 mm

    Ground clearance 
    213 mm

    Rem       
    depan cakram berventilasi, belakang drum LSPV

    Suspensi      
    Depan independent wish bone, belakang leaf spring + stabilizer

    Kapasitas tangki   
    71 liter



    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News