Penjualan Air Minum Kemasan Tahun Depan Tumbuh 15%

Thu,25 October 2012 | 01:00
Penjualan Air Minum Kemasan Tahun Depan Tumbuh 15%

JAKARTA (IFT) – Penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) pada 2013 diperkirakan tumbuh 11%-15% menjadi 21,9 miliar liter-22,7 miliar liter dibandingkan proyeksi tahun ini sebesar 19,8 miliar liter, menurut asosiasi industri. Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan permintaan seiring kenaikan konsumsi air minum kemasan.

"Air minum kemasan saat ini telah menjadi salah satu kebutuhan pokok di masyarakat, tidak seperti beberapa tahun yang lalu," kata Rembang Kayo, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) kepada IFT. Pertumbuhan penjualan tahun depan juga didukung ekspansi yang dilakukan sejumlah produsen sejak tahun ini.

"Dengan adanya ekspansi, maka wilayah penjualan air minum kemasan akan semakin meluas tahun depan," kata Rembang. Meski demikian, konsumsi air minum kemasan masih akan dominan di Pulau Jawa, sesuai kondisi demografis Indonesia.

Menurut dia, sejumlah produsen air minum kemasan skala besar yang berencana melakukan ekspansi sejak tahun ini antara lain PT Tirta Investama (Danone Aqua) dan PT Sinar Sosro. Tirta Investama yang mengandalkan merek Aqua berencana membangun pabrik baru.

Saat ini Tirta Investama memiliki 15 pabrik air minum kemasan. Sementara Sinar Sosro yang mengandalkan merek Prima juga berencana menambah pabrik air minum kemasan dari jumlah pabrik yang dikelola saat ini 6 unit. "Produsen skala besar lainnya seperti merek Club dan Cleo juga berencana ekspansi," tutur Rembang.

Persaingan di industri air minum kemasan juga akan diramaikan dengan rencana masuknya perusahaan patungan (joint venture) antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd asal Jepang.

Indofood CBP dan Asahi membentuk dua perusahaan patungan untuk membangun pabrik minuman non-alkohol dan memasarkannya di Indonesia dengan investasi awal sebesar Rp 1,8 triliun-Rp 2 triliun. Kerja sama patungan Indofood CBP dan Asahi akan masuk ke pasar air mineral dan minuman teh.

Tahun ini, asosiasi memproyeksikan penjualan tumbuh 10,6% dibanding tahun lalu, juga didorong ekspansi produsen. Di semester I 2012, volume penjualan air minum kemasan naik 13% menjadi 9,2 miliar liter dibanding periode yang sama tahun lalu.

PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO), emiten produsen air minum kemasan yang mencatatkan saham di PT Bursa Efek Indonesia pada awal semester II 2012, menargetkan penjualan pada 2012 mencapai Rp 250 miliar, meningkat 93% dibanding penjualan tahun lalu Rp 129,52 miliar, menurut direksi perseroan. Peningkatan penjualan ditopang kenaikan volume seiring pertumbuhan pasar air minum kemasan.

Bhakti Salim, Direktur Utama Tri Banyan, menuturkan pencapaian target penjualan tahun ini didukung pengembangan daerah distribusi produk perseroan. "Pengembangan daerah distribusi untuk menunjang akses ketersediaan produk Alto," kata Bhakti.

Dia menambahkan saat ini Tri Banyan memiliki jaringan distribusi sebanyak 600 unit. Dengan target pertumbuhan penjualan tersebut, hingga akhir 2012 perusahaan menargetkan memiliki 1.500 jaringan distributor di Indonesia.

"Pada tahun ini kami mengembangkan jaringan distribusi di wilayah Indonesia Barat dan Bali," ujar Bhakti. Dia menambahkan pertumbuhan penjualan pada tahun ini juga didukung promosi yang dilakukan perseroan, khususnya di wilayah ekspansi jaringan. Harga saham Tri Banyan pada penutupan perdagangan Rabu stagnan di level Rp 335 dibanding sehari sebelumnya.(*)

Berita Terkait