• ??? ????
  • ??? ????
  • Tirta Investama Pimpin Pasar Air Minum Kemasan

    Wed,03 October 2012 | 02:09

       
     
    Tag

    Tirta, Investama, Pimpin, Pasar, Air, Minum, Kemasan,

    JAKARTA (IFT) – PT Tirta Investama, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Danone Aqua, diperkirakan tetap memimpin pasar air minum kemasan tahun ini, menurut asosiasi industri. Total volume penjualan air minum kemasan secara nasional pada 2012 diproyeksikan mencapai 19,8 miliar liter, meningkat 10,6% dibanding tahun lalu.

    "Air minum kemasan merek Danone Aqua menguasai 45% pasar AMDK tahun ini," kata Hendro Baroeno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin). Persentase pangsa pasar tersebut sama dengan tahun lalu.

    Sementara 65% pangsa pasar air minum kemasan diisi oleh beberapa produsen skala besar dan kecil di Indonesia. "Produsen air minum kemasan skala besar antara lain produsen dengan merek seperti Club, Cleo, Oasis, Ades, dan Nestle Pure Life," tutur Hendro.

    Berdasarkan catatan asosiasi, saat ini terdapat lebih dari 400 pabrik air minum kemasan yang dimiliki produsen di seluruh Indonesia. Sekitar 200 pabrik di antaranya berlokasi di Jawa.

    Di semester I 2012, penjualan air minum kemasan di Indonesia tumbuh 13% menjadi 9,2 miliar liter dari periode yang sama tahun lalu 8,12 miliar liter. Pertumbuhan volume penjualan air minum kemasan melampaui ekspektasi asosiasi industri yang memperkirakan kenaikan volume di semester I tahun ini hanya 10%.

    "Kenaikan volume penjualan air minum kemasan ditopang pertumbuhan jumlah penduduk, kesadaran masyarakat perihal air minum sehat, serta tren konsumsi praktis mendorong konsumsi air minum dalam kemasan," ujar Hendro.

    Penjualan air minum kemasan di kuartal I 2012 cenderung stabil sekitar 1,5 miliar liter. Memasuki awal kuartal II 2012, atau bulan April, penjualan air minum kemasan juga mencapai 1,5 miliar liter. Kenaikan volume penjualan terjadi di Mei 2012 yang mencapai 1,7 miliar liter, tumbuh 13% dibanding April. Namun, volume penjualan turun tipis sebesar 5,8% pada Juni 2012 menjadi 1,6 miliar liter dibanding Mei.

    Febby Intan, Brand Director Danone Aqua PT Tirta Investama, menuturkan posisi Danone Aqua pemimpin pasar air minum kemasan di Indonesia menunjukkan loyalitas konsumen produk Danone Aqua selama ini. "Kami senantiasa menjalin komunikasi dan edukasi air minum sehat berkualitas Aqua Danone untuk menjaga loyalitas konsumen," kata Febby.

    PT Akasha Wira International Tbk (ADES), emiten produsen air kemasan pesaing Tirta Investama, tahun ini menargetkan kontribusi dari penjualan air minum kemasan merek Vica Royal untuk menggantikan kontribusi dari merek Ades dalam kemasan galon. Hal itu seiring berakhirnya lisensi yang dimiliki perseroan untuk merek Ades dalam kemasan galon sejak tahun lalu.

    "Meski demikian, kami tidak akan menjadikan Vica Royal sebagai kontributor utama penjualan tahun ini," kata Wisnu Adjie, Direktur Akasha Wira kepada IFT. Perseroan akan mengandalkan kontribusi utama dari penjualan AMDK merek Nestle Pure Life, yang merupakan air minum kelas premium.

    Wisnu mengatakan dengan kontribusi penjualan terbesar dari Nestle Pure Life, Akasha Wira pada tahun ini akan fokus untuk meningkatkan penjualan Nestle Pure Life. Peningkatan tersebut antara lain dengan promosi di pasar AMDK premium, dengan memanfaatkan pertumbuhan konsumen yang relatif tinggi di segmen tersebut.

    PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO), emiten produsen air minum kemasan, menargetkan penjualan pada 2012 mencapai Rp 250 miliar, meningkat 93% dibanding penjualan tahun lalu Rp 129,52 miliar, menurut direksi perseroan. Peningkatan penjualan ditopang kenaikan volume seiring pertumbuhan pasar air minum kemasan.

    Bhakti Salim, Direktur Utama Tri Banyan Tirta, menuturkan pencapaian target penjualan tahun ini didukung pengembangan daerah distribusi produk perseroan. "Pengembangan daerah distribusi untuk menunjang akses ketersediaan produk Alto," kata Bhakti.

    Dia menambahkan saat ini Tri Banyan memiliki jaringan distribusi sebanyak 600 unit. Dengan target pertumbuhan penjualan tersebut, hingga akhir 2012 perusahaan menargetkan memiliki 1.500 jaringan distributor di Indonesia.

    Harga saham Akasha Wira pada penutupan perdagangan Selasa turun 20 poin (1,5%) menjadi Rp 1.340 dibanding sehari sebelumnya. Sementara harga saham Tri Banyan stagnan di level Rp 355.(*)


    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News