• ??? ????
  • ??? ????
  • Sulit Melupakan Mantan Pacar

    Fri,11 October 2013 | 17:40

       

    HIDUPKATOLIK.com - Saat ini, saya sangat dekat dengan mantan pacar yang sudah memiliki pacar baru. Perasaan sayang saya tidak bisa hilang begitu saja. Bagaimana saya harus menyikapi teman saya yang sering curhat, padahal dia sudah punya pacar? Bagaimana saya harus menegaskan perasaan saya? Apakah saya harus setia menunggunya atau harus menjauh dan merelakan dia bersama orang lain? Terima kasih.

    Ber, Bekasi

    Yang terkasih Mbak Ber. Cinta adalah sesuatu yang jika sudah menembus ke jantung akan sangat sulit dihilangkan begitu saja. Ibarat seseorang yang kakinya kena knalpot, saat pertama tentu sakit, panas, dan perih yang dirasakan. Namun, sejalan dengan bertambahnya waktu, sakit itu akan hilang. Yang tersisa hanya bekasnya. Akan membutuhkan waktu hingga bekas tersebut hilang.

    Masalah perasaan yang saat ini dirasakan tentu tidak mudah diselesaikan begitu
    saja. Dilema dan konflik batin tidak berujung; muaranya hanya satu, yakni nilai-nilai keluhuran yang kita miliki. Ini akan menjadi pertanyaan mendasar untuk dapat menentukan sikap selanjutnya: apakah kita tega berbahagia di atas penderitaan orang lain, ataukah kita masih memiliki hati untuk mengedepankan terlebih dahulu kebahagiaan orang lain? Karena apa pun saran dan masukan orang lain, tentu akan kembali kepada diri kita sendiri. Beberapa saran berikut ini, baik untuk direnungkan. Tentu dengan segala keikhlasan yang kita miliki.

    Pertama, ada saat kita harus berani menentukan sikap, tidak terbawa oleh perasaan sendiri. Jika sebuah hubungan tidak memberikan kepastian dan harapan akan masa depan yang menenangkan, perlukah hal itu terus dipertahankan?

    Kedua, jika kebutuhan mantan pacar untuk selalu curhat terus saja kita respons, adakah hal itu memberikan efek batin yang nyaman bagi kita. Ataukah sebenarnya, kita hanya menipu diri sendiri bahwa hal itu hanyalah memberikan beban perasaan yang bertambah, karena kita tetap tidak bisa merebut hatinya.

    Ketiga, kita harus berani dengan tegas menolak setiap bentuk hubungan yang diberikan oleh mantan bahkan untuk curhat sekalipun, karena kita pun perlu waktu untuk dapat merelakan dia pergi. Bagaimanapun, ia ‘milik’ orang lain yang juga membutuhkan kehadirannya.

    Keempat, meski ia menolak dan tetap memposisikan diri kita sebagai tempat curhatnya, tanyalah pada diri sendiri; dapatkah kita melakukannya dengan tetap memposisikan diri sebagai teman? Jika ini berkaitan dengan masalah cinta, alangkah baiknya kita tidak bereksperimen dengan hal itu, karena kita pun akan terbakar oleh perasaan kita sendiri sehingga tidak akan bisa lepas darinya.

    Kelima, sebuah bentuk relasi cinta yang tidak memberikan kepastian akan masa depan, perlu kita evaluasi. Bagi seorang wanita, ketegasan menentukan sikap adalah bentuk penghargaan pada diri sendiri.

    Keenam, ada saatnya kita perlu menutup satu pintu dan membuka pintu lain
    untuk hati yang mungkin sudah menunggu kita, meski kita belum tahu ada di mana. Selama hati masih mendamba kenangan masa lalu, maka selama itu pula
    kesempatan akan sangat sulit didapatkan. Saatnya menata hati dan menatap masa depan. Jodoh tak akan lari ke mana. Waktulah yang akan menyembuhkan luka batin karena cinta, tentu saja dengan niat dan kehendak untuk memulai kembali.

    Terakhir, kerelaan kita untuk melepasnya pergi, akan membantunya untuk menemukan kebahagiaannya sekaligus juga akan membantu kita menemukan kebahagiaan kita sendiri. Bukankah kebahagiaan patut diperjuangkan? Tentu dengan tidak melukai orang lain dan tidak merampas kebahagiaan mereka. Selamat mencoba!

    Th Dewi Setyorini MSi

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News