HIDUPKATOLIK.com - Bagaimana kami orang awam bisa mengerti misteri Tritunggal Mahakudus? Apakah ada gambaran duniawi yang bisa menjadi sarana bantu untuk mengerti misteri ini? Bagaimana yang tiga adalah satu dan yang satu adalah tiga? Mohon penjelasan.Grace Claudia Enny, JakartaPertama, memang tidak mungkin kita mengerti secara tuntas misteri Allah Tritunggal Mahakudus, karena kalau kita bisa mengerti secara tuntas misteri Allah Tritunggal Mahakudus, kita menguasai misteri itu. Misteri itu tidak lagi menjadi misteri. Kita adalah manusia yang terbatas, ciptaan Allah, maka tidak mungkin mengerti Sang Pencipta secara tuntas. Allah bukan lagi Allah Sang Pencipta kalau bisa kita mengerti secara tuntas. Syukurlah bahwa kita tidak bisa mengertinya secara tuntas. Misteri Allah Tritunggal Mahakudus adalah pewahyuan diri Allah yang diberikan kepada kita melalui Yesus Kristus sebagai utusan Allah dan sekaligus pribadi kedua dari Allah Tritunggal Mahakudus. Iman akan Allah Tritunggal Mahakudus adalah anugerah Ilahi kepada kita manusia yang lemah dan terbatas ini. Kedua, ada beberapa sarana bantu yang tidak sempurna untuk sedikit mengerti Allah Tritunggal Mahakudus, untuk menalar bagaimana yang tiga adalah satu dan yang satu adalah tiga. Misalnya, kita bisa mengambil api sebagai contoh. Api itu adalah satu, tetapi dia mempunyai tenaga yang luar biasa kuat sehingga api bisa menggerakkan lokomotif. Api juga bisa memberikan cahaya untuk menerangi kegelapan. Demikian pula api bisa memberikan panasnya untuk menghalau hawa dingin. Tenaga, cahaya, dan panas adalah tiga hal yang berbeda, tetapi api itu tetap satu. Sarana bantu api memang bisa membantu, tetapi sarana bantu ini tetap tidak sempurna. Tenaga, cahaya, dan panas tidaklah sungguh-sungguh mandiri keberadaannya. Ajaran Gereja tentang Allah Tritunggal Mahakudus itu hanya satu, tetapi mempunyai tiga pribadi. Masing-masing pribadi itu mempunyai keberadaannya sendiri dan berbeda satu sama lain. Tetapi, sarana bantu ini bisa sedikit membantu bagaimana yang satu itu adalah tiga dan yang tiga itu adalah satu.Ketiga, ketidakmampuan manusia mengerti secara tuntas seringkali digambarkan dengan cerita tentang Santo Agustinus. Ketika sedang merenungkan secara sangat serius misteri Allah Tritunggal Mahakudus, Agustinus berjalan-jalan dan merenung di pantai. Di sana ia bertemu dengan seorang anak yang sedang membawa air dan dituangkan ke dalam sebuah lubang yang ia buat di pasir pantai. Agustinus tertarik untuk bertanya kepada anak itu: "Apakah yang kamu lakukan di sini?" Anak itu menjawab: "Saya sedang memindahkan air laut ke dalam sumurku!" Agustinus menertawakan anak kecil itu sambil berkata: "Mana mungkin kamu memindahkan samudera yang sedemikian luas itu ke dalam sumurmu yang kecil itu? Bukankah ini usaha yang mustahil?" Dengan memandang Agustinus, anak itu menjawab: "Demikian pula dengan apa yang Bapak lakukan. Tidak mungkin misteri Allah Tritunggal Mahakudus yang sedemikian dalam dan luas itu ditampung dalam otak manusia yang kecil dan terbatas." Jawaban lugas anak itu menyadarkan Agustinus bahwa mustahil manusia bisa memahami secara tuntas misteri Allah Tritunggal Mahakudus. Maka, manusia tidak bisa mengerti dengan pikirannya.Keempat, Yesus mewahyukan relasi-Nya dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, maka kita bisa menghayati misteri ini menurut petunjuk yang diberikan oleh Yesus. Yesus memanggil Allah sebagai Bapa dan dari Dialah bersumber segala sesuatu. Yesus menyebut diri-Nya sebagai Putra yang diutus Bapa untuk menjadi manusia guna menebus dosa manusia. Allah Roh Kudus adalah Sang Penolong, Penghibur yang diutus oleh Bapa dan Putra. Roh Kuduslah yang memberikan dan membantu kita sebagai anak-anak Allah untuk menghayati misteri Tritunggal Mahakudus.Melalui ajaran Yesus, misteri agung ini terbuka untuk dihayati dan "dimengerti" melalui penghayatan hidup sehari-hari. Dengan "hati" kita akan mampu mengerti lebih daripada yang mampu dicerna oleh akal budi.Dr Petrus Maria Handoko CM

Be Social with IYAA