• ??? ????
  • ??? ????
  • Perangkat Bahaya Bencana Alam Diluncurkan

    Thu,25 October 2012 | 16:50

       

    WASPADA ONLINE

    JAKARTA - Untuk membantu masyarakat bersiaga lebih baik menghadapi banjir, gempa dan tsunami, sebuah perangkat lunak pemodelan dampak bahaya bencana alam, InaSAFE (Indonesia Scenario Assessment for Emergencies) diluncurkan.

    Dikembangkan oleh Indonesia dan Australia bersama dengan World Bank, InaSAFE akan membantu sejumlah desa, kota dan wilayah di seluruh Indonesia lebih tangguh menghadapi bencana alam.

    Indonesia adalah salah satu negara rawan bencana di dunia. Kita tidak bisa menghentikan ancaman bencana, tapi kita dapat membantu kesiapsiagaan masyarakat lebih baik. ujar Dodi Ruswandi, Deputi Bidang Penanganan Darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

    Dapat digunakan oleh siapapun yang memiliki keterampilan komputer dasar, InaSAFE akan memandu pengguna sejumlah pertanyaan tentang potensi skenario bencana, lalu membuat peta dan laporan yang memperkirakan potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan pada manusia dan infrastruktur yang ada.

    InaSAFE diluncurkan untuk menjawab kebutuhan kajian kesiapsiagaan dan tanggap darurat yang cepat dan mudah diakses. Dengan InaSAFE, kita dapat menyusun rencana kontijensi bagi skenario terburuk yang mungkin dapat terjadi.

    Sangat sulit untuk bersiaga bencana, tanpa mengetahui siapa yang paling terkena dampak dan apa saja yang akan mengalami kerusakan, kata Matt Hayne, Co-Director Australia- Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) yang didanai oleh pemerintah Australia, InaSAFE akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui sebuah klik pada tetikus, tambah Dr Hayne.

    InaSAFE bekerja dengan menggabungkan data ancaman bencana dari lembaga penelitian dan ilmuwan, dan informasi infrastuktur yang didapat dari pemerintah dan masyarakat.

    Dalam kasus banjir, InaSAFE akan membantu masyarakat untuk mengetahui wilayah yang terkena banjir, berapa banyak orang yang harus dievakuasi dan disediakan tempat penampungan, sekolah dan jalan mana saja yang ditutup serta rumah sakit mana yang masih bisa menerima pasien, kata Abhas Jha, Koordinator Pengelolaan Risiko Bencana untuk Asia Timur dan Pasifik dari Bank Dunia.

    Dikembangkan di Indonesia, InaSAFE adalah pendekatan inovatif untuk memahami dampak bahaya bencana.

    Kami mengundang masyarakat global untuk terlibat dalam penggunaan, pengembangan dan perbaikan dari InaSAFE, tambah Abbas Jha.

    Secara resmi, InaSAFe diluncurkan dalam pertemuan ke-lima Konferensi Tingkat Menteri se-Asia untuk Pengurangan Risiko Bencana (the 5th Asian Ministerial Conference for Disaster Risk Reduction-AMCDRR) di Yogyakarta
    (dat06/wol/rls)

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News