• ??? ????
  • ??? ????
  • TENAGA MAGANG ASAL JEMBRANA KABUR DI JEPANG

    Fri,24 August 2012 | 11:41

       
     

    Negara, Bali, 24/8 (ANTARA) - Tenaga magang ke Jepang asal Kabupaten Jembrana, Bali, banyak yang kabur sehingga Koperasi Tsukuba, sebagai pihak yang menampung tenaga magang tersebut memanggil Dinas Tenaga Kerja Dan Kesos.

    "Saya baru saja datang dari Jepang untuk bertemu dengan Koperasi Tsukuba, membahas tenaga magang yang kabur tersebut," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Kesos Jembrana, Ketut Wiaspada, Jumat.

    Saat ditanya berapa jumlah tenaga magang yang kabur, Wiaspada mengaku tidak tahu persis tapi jumlahnya cukup banyak.

    Bahkan, satu malam sebelumnya dirinya sampai di Jepang, 12 tenaga magang juga kabur.

    Tenaga magang yang kabur ini diberangkatkan Pemkab Jembrana tiga tahun lalu, dan kontraknya habis akhir tahun ini.

    Menurut Wiaspada, selama di Jepang ia dimintai tolong Koperasi Tsukuba untuk menasehati tenaga magang yang tersisa agar tidak kabur.

    Koperasi di Jepang ini sangat berkepentingan dengan prilaku tenaga magang, karena mereka yang menyalurkan tenaga magang tersebut untuk bekerja di perusahaan-perusahaan.

    Wiaspada mengaku, dua kali melakukan pertemuan dengan tenaga magang yang dihadiri 31 orang dan 25 orang.

    "Untuk tenaga magang yang tidak hadir, saya datangi langsung ke tempat kerjanya dan saya tekankan agar tidak kabur," ujarnya.

    Dengan kaburnya tenaga magang asal Jembrana ini, Wiaspada mengkhawatirkan, Koperasi Tsukuba maupun pemerintah Jepang akan menolak pengiriman tenaga magang dari daerah ini.

    "Karena itu kepada mereka saya katakan, kasihan warga Jembrana yang lain tidak bisa bekerja di Jepang gara-gara mereka kabur," katanya.

    Dari penelusuran yang dilakukannya, Wiaspada mencurigai, ada sindikat atau "broker" yang mendorong tenaga magang untuk kabur dari perusahaannya.

    Sindikat ini bisa mempengaruhi tenaga magang yang hampir habis masa kontraknya, dengan mengiming-imingi gaji lebih tinggi meskipun berstatus pekerja ilegal.

    "Memang aturan di Jepang, setelah kontrak tiga tahun habis, tenaga magang yang sama tidak boleh kembali bekerja lagi disana. Inilah yang dimanfaatkan oleh broker untuk merayu mereka," kata Wiaspada.

    Agar tidak terus direpotkan dengan tenaga magang yang kabur, mulai beberapa waktu lalu Pemkab Jembrana menggandeng lembaga pelatihan kerja swasta untuk menyalurkan tenaga ke Jepang.

    Dengan kerjasama ini, jika ada tenaga magang yang kabur akan menjadi tanggungjawab lembaga bersangkutan.

    Selain itu, dengan pihak Koperasi Tsukuba juga tercapai kesepakatan, tenaga magang yang sudah habis masa kontraknya dapat digantikan saudaranya untuk bekerja disana.

    "Pokoknya saya tekankan, kepada tenaga magang asal Jembrana agar pulang saat kontraknya habis. Kalau alasannya adalah ekonomi keluarga, bisa digantikan oleh saudaranya untuk berangkat," ujar Wiaspada.

    (T.KR-GBI/B/Y006/Y006) 24-08-2012 11:20:37 NNNN

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News