• ??? ????
  • ??? ????
  • PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI 850 GURU KEMENAG TERTUNDA

    Mon,30 July 2012 | 22:45

       
     

    Mataram, 30/7 (ANTARA) - Pembayaran tunjangan sertifikasi 850 guru di lingkungan kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur tertunda, karena belum memiliki Nomor Registrasi Guru yang dikeluarkan oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    "Terpaksa kami belum bisa membayar tunjangan profesi guru yang belum memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) tersebut, karena dalam aturan guru harus memiliki NRG," kata Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenang) Lombok Timur H Nasrudin di Selong, Senin.

    Ia mengatakan, guru yang tertunda pembayaran tunjangan sertifikasi tersebut adalah guru yang lulus sertifikasi tahun 2011. Pihaknya sudah menyampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengenai pembuatan NRG bagi guru di lingkungan Kantor Kemenang sesuai ketentuan yang ada.

    "Namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kapan akan dikeluarkan NRG tersebut. Karena itu kami akan ke Jakarta dengan pihak Kanwil Kemenag NTB untuk menanyakan kepada Kemendikbud soal kepastian NRG yang belum dikeluarkan tersebut," ujarnya.

    Menurut dia, semua data untuk pembuatan NRG itu sudah dikirim, sementara pencairan tunjangan profesi guru sudah ada dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Kemenag Lombok Timur, tinggal dicairkan kalau NRG sudah keluar.

    "Karena itu kami menunggu kepastian keluarnya NRG tersebut. Jangan salahkan kami pencairan tunjangan sertifikasi guru tersebut tertunda, karena yang berhak mengeluarkan NRG itu adalah Kemendikbud," kata Nasrudin.

    Dia menambahkan untuk mencegah munculnya persepsi yang macam-macam dari para guru yang tertunda pencairan tunjangan sertifasi tersebut, pihaknya mengumpulkan semua guru yang belum keluar NRG untuk memberikan penjelassan agar mereka bisa memaklumi penyebab kelambatan pencairan tunjangan tersebut.

    Menurut dia malahan belum keluarnya NRG, tidak hanya terjadi di Lombok Timur, tetapi hampir merata terjadi di seluruh Indonesia. Karena itu masalah NRG itu harus diperhatikan oleh Kemendikbud mengenai NRG tersebut.

    Nasrudin mengatakan, jumlah tunjangan sertifikasi guru yang berstatus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan guru non PNS di lingkungan kantor Kemenag Lombok Timur ada perbedaan cukup signifikan.

    "Para guru memperoleh tunjangan sertifikasi guru sebesar satu kali gaji pokok, sedangkan guru non PNS memperoleh sebesar Rp1,5 juta. Jumlah guru honor yang berada di lingkungan Kemenag yang belum sertifikasi sebanyak 10.000 orang, sedangkan guru PNS sebanyak 5.000 orang," katanya.

    Karena itu, katanya, sertifikasi guru di lingkungan Kantor Kemenenag ini akan dilakukan secara bertahap terutama mereka yang telah memenuhi persyaratan. (T.M025/B/R010/R010) 30-07-2012 22:28:14 NNNN

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News