• ??? ????
  • ??? ????
  • Penambang Emas Rampi Ilegal

    Thu,12 December 2013 | 13:07

       
     

    MASAMBA - Bupati Luwu Utara, H Arifin Junaidi menegaskan penambangan emas di Rampi adalah ilegal. Untuk itu, aktifitas penambangan emas di Rampi harus dihentikan.Demikian ditegaskan Arjuna sapaan akrab orang nomor satu di Lutra ini kepada Palopo Pos, Rabu 11 Desember kemarin.Menurut Arjuna, Pemkab Luwu Utara sudah tiga kali melayangkan surat penghentian aktivitas tambang emas di Kecamatan Rampi, namun tak diindahkan masyarakat setempat.''Saya sudah tiga kali mengeluarkan surat penghentian penambangan, bahkan saya sudah melakukan peninjauan ke Rampi, dan kita telah bentuk tim terpadu yang terdiri dari Polisi, TNI dan Pemkab Luwu Utara. Untuk itu, kita akan hentikan penambangan emas yang dilakukan masyarakat,'' tegas Arjuna.Mengapa harus dihentikan, Arjuna menjelaskan dikarenakan penambangan emas liar tersebut bisa berdampak sangat buruk pada lingkungan, karena para penambang sudah menggunakan zat kimia yang sangat berbahaya yaitu air raksa. Belum lagi dampak kerusakan hutan yang ditimbulkan serta dampak sosialnya.Saat ini, sebutnya, ratusan masyarakat dari segala penjuru datang di Rampi untuk menambang.''Kita hentikan sementara sambil menunggu pembuatan konsep penambangan rakyat yang legal, sebagai hasil konsultasi kita ke Kementerian Pertambangan,'' jelas Arjuna.Terkait dengan penertiban, Pemkab Luwu Utara akan menurunkan tim dari TNI yaitu POM dan Polri yakni Propam.''Jika ada oknum yang melakukan penambangam liar kita serahkan ke kesatuan mereka untuk diberi sanksi,'' tandasnya.Diberitakan sebelumnya, kuatnya magnet tambang emas yang berada di Kecamatan Rampi membuat para pencari emas dari berbagai daerah datang berbondong-bondong melakukan penambangan di Rampi. Meski tambang emas itu tak berizin atau ilegal, jumlah penambang terus bertambah hingga mencapai 500 orang. Menyikapi hal tersebut, Bupati Luwu Utara akan melakukan penghentian sementara penambangan emas tersebut.Demikian diungkapkan Kabag Humas Pemkab Luwu Utara, Ary Setiawan kepada Palopo Pos.Menurut Ary, data jumlah penambang ilegal di Kecamatan Rampi tersebut berdasarkan hasil peninjauan Dinas Pertambangan Luwu Utara. Rincian jumlah penambang sebutnya, penduduk lokal 376 penambang dan sisanya penambang luar berjumlah 124 orang.''Mereka ada yang menambang secara langsung dan ada juga sebagai pemilik tromol, tempat pengolahan hasil penambangan menjadi emas dengan menggunakan zat kimia air raksa,'' sebut Ary Setiawan.Menurutnya, jumlah tromol saat ini kurang lebih 216 tromol dengan 51 orang pemilik tromol. Oleh warga setempat, bagi mereka yang akan masuk menambang emas dikenakan biaya Rp300 Ribu per tiga bulan yang diperuntukkan untuk orang luar, sementara untuk orang lokal dikenakan biaya Rp150 Ribu per tiga bulan. ''Informasi tersebut kami dapatkan dari hasil tinjauan Dinas Pertambangan di sana. Selain biaya untuk menambang, juga dikenakan biaya masuk per hari Rp10.000 untuk kendaraan seperti motor. Sedangkan kuda dikenakan biaya Rp10.000.''Pungutan biaya masuk ini diatur oleh orang tertentu di Rampi,'' tegasnya.(jun/rhm/t)

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News