• ??? ????
  • ??? ????
  • Kawal Lima Presiden RI, Mimpi Bertemu Soeharto

    Fri,10 May 2013 | 11:03

       
     

    GANTUNGKAN cita-citamu setinggi langit. Motivasi dari Presiden RI I, Ir Soekarno, ternyata menjadi inspirasi tersendiri dari Abdullah Hafid Pasiangan, anak desa dari pelosok Basse Sangtempe (Bastem) Kabupaten Luwu ini. Cita-citanya pun terwujud, menjadi seorang tentara dan mengawal lima presiden RI. Kini, setelah pensiun, ia sukses membangun lima perusahaan.IDRIS PRASETIAWAN, JakartaLAHIR dari pasangan Mohammad Pasiangan dan Siti Hanifah, pada 2 Januari 1957 di Lembah Timur Gunung Sinaji, Dusun Kumila, Kecamatan Bastem, Kabupaten Luwu, yang kala waktu itu masih hebat-hebatnya dengan pergolakan pasca kemerdekaan RI. Semasa kecil, Abdullah Hafid Pasiangan bersama keluarga hidup secara berpindah-pindah dari satu gua ke gua lainnya. Hanya singkong dan ubi hutan yang menjadi santapan 'bergizi' setiap hari. Di tengah masa suram tersebut, kedua orang tua Hafid tetap tegar berusaha dan tawakkal. Meyakinkan anak-anaknya untuk berhasil dan menjadi orang yang hebat kelak. Nasehat inilah yang selalu ditanamkan Abdullah Hafid dalam menjalani hidup.Keinginannya menjadi seorang tentara kala itu dimulai sejak berkenalan dengan Abidin. Abidin sendiri adalah tentara dari pasukan Siliwangi yang saat itu ditugaskan di Bastem memerangi pergolakan. Karena menikah dengan salah seorang kerabat dari keluarga ibunda Abdullah, Siti Hanifah, sehingga Abdullah kecil akrab dengan Abidin.Dalam benak Abdullah kecil waktu itu, muncul kekaguman yang dalam terhadap figur seorang tentara. Melihat penampilan mereka yang gagah dalam berseragam, bahkan juga ketika mengangkat senjata, diam-diam Hafid mulai menggambarkan suatu imajinasi profil tentara yang mengagumkan. Dan cita-cita menjadi tentara pun melekat kuat di dirinya.Usai masa pergolakan berakhir, keluarga Abdullah Hafid Pasiangan kembali ke Dusun Sa'Ku, Bastem (kini masuk wilayah Kabupaten Toraja Utara) untuk hidup menetap. Di dusun ini Abdullah menghabiskan masa kecil bersekolah dari SD sampai SMP. Lulus dari SMP, Abdullah melanjutkan pendidikan SMA-nya di Palopo. Dengan jarak 50 kilometer lebih dari desanya, Abdullah ke Palopo dengan berjalan kaki siang dan malam, ibukota Kabupaten Luwu kala itu. Selama mengenyam pendidikan di Palopo, Abdullah tinggal di rumah keluarganya.Tamat dari SMA, Abdullah memutuskan ingin menjadi seorang tentara. Sebab ini cita-citanya sejak kecil. Ikut seleksi AKABRI di Ujung Pandang (Makassar kini), Abdullah tidak lolos. Ia pun banting setir masuk di Akademi Ilmu Pelayaran Indonesia (AIPI) di Makassar. Ia lulus sebagai seorang pelaut.Semasa kuliahnya di AIPI, Abdullah sering bermimpi bertemu dengan Presiden Soeharto. ''Waktu kuliah di AIPI saya sering bermimpi bertemu Presiden Soeharto. Tetapi kata teman dan keluarga saya itu hanya mimpi, bunga tidur istilahnya," ungkap Abdullah kepada Palopo Pos, Kamis, 9 Mei di Jakarta.Pasca lulus di AIPI, Abdullah terus mengejar cita-citanya ingin menjadi seorang tentara. Dengan mengikuti tes seleksi AKABRI, Abdullah lulus di Makassar dan melanjutkan tes di Magelang, namun kembali gagal. Tahun 1980, dibuka jalur TAMTAMA. Abdullah kembali melamar. Namun, dari panitia seleksi menyarankan masuk lewat jalur SECABA karena sesuai jenjang pendidikannya SMA.''Saya ingat waktu mendaftar SECABA nomor tes saya 035, dan dalam benak saya sudah tanamkan bisa lulus," kata Abdullah. Dan benar saja, saat pengumuman namanya tercantum dalam daftar calon bintara yang lulus November tahun 1980 dan mulai pendidikan di Pakatto.Selama masa dinasnya, Abdullah sering kali berpindah-pindah tugas. Akhirnya bergabung dengan Corps Polisi Militer menjadi Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) berkat prestasinya sebagai bintara terbaik selama pendidikan. Saat menjadi Paspampres, Abdullah dipercaya menjadi supir kenegaraan Presiden dan Wakil Presiden, dimulai dari jaman Presiden Soeharto (1981-1998), berlanjut ke Presiden BJ Habibie (1998-2000), Abdurrahman Wahid (2000-2002), Megawati (2002-2004), dan terakhir Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2011). Sedangkan untuk Wakil Presiden, dimulai dari Adam Malik, Umar Wirahadi Kusuma, Soedharmono, Tri Sutrisno, BJ Habibie, Megawati, Hamzah Haz, Jusuf Kalla, dan Boediono.Selama menjadi Paspamres ring 1 keluarga istana, Abdullah sangat dekat keluarga Cendana dan sejumlah jenderal. ''Mengawal Presiden Soeharto selama 17 tahun paling sangat berkesan bagi saya. Beliau sosok pemimpin yang penuh wibawa. Setiap orang yang dia lewati pasti menundukkan kepala. Jiwa pemimpin inilah yang tidak ada dijaman sekarang," bebernya. Tidak hanya sebagai Paspampres, Abdullah semasa dinasnya juga dekat dengan beberapa pengusaha. Jadilah, memasuki masa pensiun 2011 dengan pangkat Pembantu Letnan Satu dari Paspampres, Abdullah membuka usaha security. Kini usaha tersebut berkembang dan berada di bawah Yayasan Payung Sutra. Kisah hidupnya kini dituangkan dalam sebuah buku yang diberi judul 'Entrepreneurship seorang purnawirawan. (*)

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News