• ??? ????
  • ??? ????
  • KASAD Puji Ralahalu Pimpin Maluku

    Thu,10 January 2013 | 11:39

       
     

    Di tangan Ralahalu daerah yang pernah didera konflik bernuansa SARA ini cepat bangkit, meski banyak memprediksikan kebangkitan Maluku dari kekacuan akan memakan waktu lama. Setelah menjabat sebagai gubernur di tahun 2003, Ralahalu langsung fokus pada stabilitas keamanan. Di tangannya Maluku nyaris tanpa konflik dan mampu bangkit kembali. Letupan hanya terhitung di tahun 2004, dan terakhir di penghujung 2011 dan itu hanya bersifat lokalistik.Sejumlah indikator ekonomi juga menunjukan perbaikan, meski BI maupun BPS menyebut angka pertumbuhan ekonominya belum berkualitas. Pertumbuhan ekonomi 2012 diperkirakan diatas rata-rata pertumbuhan nasional, mencapai 9 persen lebih. Kemiskinan juga ditekan. Per Maret 2012, jumlah penduduk miskin telah turun secara signifikan yaitu sebanyak 10.090 orang atau 1,22 persen dari jumlah penduduk Maluku, sehingga angka kemiskinan saat ini berada pada level 21,78 persen. Kondisi ini turun sangat jauh dari angka kemiskinan Maluku sebesar 34,78 persen pada tahun 2003 lalu. Seiring dengan turunnya angka kemiskinan, angka pengangguran dilaporkan pada tahun 2011 lalu dapat ditekan hingga 7,72 persen, dari sebelumnya pada 17,99 persen di tahun 2004. Sedangkan nilai ekspor Maluku Januari Oktober 2012 mencapai US$ 185,70 juta. Terjadi peningkatan sebesar 28,71 persen pada periode yang sama di tahun 2011. Hal ini diakui Kasad dalam silaturahmi dengan Gubernur Maluku dikediaman gubernur, Mangga Dua. Silaturahmi ini sekalian untuk menyerahkan gelar kehormatan warga kota dari Pemerintah Kota Ambon dan pengukuhan secara adat oleh latupati Maluku.Kemacetan Ambon, kata Kasad, menjadi bukti sederhana bahwa Maluku terus berbenah. Karena itu Kasad berjanji akan terus memperhatikan sisi keamanannya agar Maluku terjaga dari ancaman internal maupun ekternal.Dia juga berharap, seluruh masyarakat bisa memelihara hubungan basudara hingga tercipta stabilitas keamanan yang lebih baik. Sebelumnya Kasad mengaku kondisi keamanan di Maluku sampai saat ini belum stabil, karena itu pasukan BKO yang saat ini berada di Maluku belum bisa ditarik. Penarikan akan dilakukan, jika Maluku sudah kondusif. Penarikan satgas untuk sementara ini belum ada, karena penugasan itu dibawa Mabes TNI. Kalau saya tugasnya menyiapkan pasukan andai dibutuhkan untuk ditugaskan, tetapi kalau logikanya kondisi di Maluku sudah kondusif pasti akan ditarik, memang kondisi di Maluku ini kadang naik kadang turun, ujar Jenderal bintang empat ini kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di asarama TNI di kawasan Skip, Rabu (8/1). untuk apa sih kita ribut apalagi satu daerah. Warga disini khan tinggal di daerah yang sama yakni Maluku kenapa mesti ribut antar sesama, pintanya. Dia juga menginstrusikan kepada seluruh jajaran TNI di wilayah Kodam XVI Pattimura untuk mengamankan jalannya proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku, dan menegaskan netralitas dalam pesta demokrasi.Gubernur sebelumnya dalam acara tersebut berharap peralatan Kodam XVI Pattimura bisa diperhatikan, selain intelejen yang perlu disistemkan agar bisa antisipasi teroris dari Poso dan daerah lainnya, termasuk mengantisipasi gangguan separatisme. Saya juga berharap ada pembentukan Kodim di daerah pemekaran, dan memperhatikan perumahan prajurit untuk ditingkatkan, pinta gubernur.Permintaan gubernur disanggupi Kasad, kecuali pembentukan Kodim/Koramil yang berbenturan dengan instruksi presiden. Hanya saja, lanjut Kasad, ada cara lain yang bisa dilakukan dengan melakukan pergeseran prajurit dari daerah yang padat ke Maluku.(M6)

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News