• ??? ????
  • ??? ????
  • Perang di Gunung Botak

    Wed,05 December 2012 | 00:28

       
     

    Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres menyebutkan, kondisi mencekam terjadi di areal pertambangan sejak dua hari terakhir. Ketakutan kini dirasakan ribuan penambang yang beroperasi di lokasi tambang. Kondisi ini dipicu tewasnya satu penambang emas yang berasal dari Ternate, Provinsi Maluku Utara. Korban yang belum diketahui identitasnya itu dibantai oleh orang tidak dikenal (OTK) di lokasi tambang emas yang berada di jalur B, Senin (3/12) sekitar pukul 23.00 WIT. Kasus ini informasinya sudah diselesaikan secara adat antara penambang asal Ternate dengan masyarakat adat setempat.Kemarin, situasi kembali tak terkendali sekira pukul 11.00. Saling serang terjadi, dan korban berjatuhan. Jumlah korban meninggal dalam kejadian itu masih simpang siur. Sejumlah penambang yang ditemuai koran ini menyebutkan jumlah korban diperkirakan lebih dari tiga orang. Polisi belum dapat memastikan penyebab pembunuhan dan jumlah korban tewas dalam insiden itu.Sementara itu, akibat pembunuhan itu, situasi di lokasi pertambangan mulai dari jalur Wamsait hingga jalur Ketel Anhoni mencekam. Segelintir penambang yang masih bertahan dan beraktivitas di Gunung Botak memilih untuk mengamankan diri di dalam tenda masing-masing.Kondisi mencekam itu membuat ribuan penambang ketakutan. Mereka memilih meninggalkan Gunung Botak menuju Kota Namlea untuk menyelamatkan diri. Pantauan Ambon Ekspres, sekitar 100 orang berjalan tergesa-gesa menuju Ketel Anhoni. Namun polisi yang bertugas di lokasi pertambangan belum mengetahui darimana asal kelompok itu.Informasi tidak resmi mengungkapkan, bukan hanya satu kelompok yang bertikai di areal tambang, namun terdapat beberapa kelompok. Mereka tersebar dibeberapa titik atau beberapa jalur menuju Gunung Botak. Belum diketahui identitas kelompok-kelompok tersebut secara jelas. Di antara kelompok-kelompok massa terjadi saling serang dengan menggunakan senjata tajam dan batu, bahkan menggunakan bom yang diketahui bom molotov.Pantauan Ambon Ekspres di pelabuhan speedboat jalur Namlea-Kayeli, puluhan ribu penambang kembali memilih mengungsi mengamankan diri ke Namlea. Para penambang yang turun dan kembali ke Namlea kepada koran ini mengaku, sudah banyak korban baik korban meninggal maupun korban luka akibat senjata tajam di kawasan Gunung Botak. Kabarnya tujuh orang yang belum diketahui pasti identitasnya yang merupakan penambang emas dilarikan ke RSU Lala, Namlea untuk mendapatkan perawatan medis.Kepala Bagian Operasional Polres Buru, Kompol Ridwan Tutupoho yang dihubungi, membenarkan adanya peristiwa berdarah di lokasi pertambangan. Namun pemicu hingga terjadinya peristiwa tersebut, dia mengaku belum mengetahui pasti. Ia kemarin bersama puluhan anggota polisi menuju TKP.Sekretaris Daerah Buru, Ajid Soulissa yang sementara berada di pelabuhan speedboat Namlea-Kayeli menyatakan, informasi yang beredar masih simpang siur terkait pemicu dan jumlah korban akibat konflik di Gunung Botak. Belum ada kepastian penyebab konflik di lokasi pertambangan, tuturnya.Untuk meredakan ketegangan, ratusan aparat keamanan TNI/Polri disiagakan di lokasi pertambangan. Dandim 1506/Namlea, Letkol Kadek yang sementara berada di TKPmemerintahkan jajarannya untuk melakukan siaga penuh di sekitar areal pertambangan khususnya jalur naik ke Gunung Botak. Kadek menghimbau kepada aparat TNI dari luar daerah yang sementara menjalankan tugas di lokasi pertambangan untuk bergabung dengan aparat Kodim agar dapat menjaga situasi di TKP.Di pelabuhan speedboat Namlea-Kayeli, aparat Polsek Namlea melakukan swiping senjata tajam yang dibawa para penambang. Kapolsek Namlea, AKP ST Kasihiw mengatakan swiping dilakukan untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan terjadi di Kota Namlea. Swiping rutin dilakukan untuk menjaga Kamtibmas di Namlea, imbuhnya. WAGUB KE BURUPemerintah Proivinsi Maluku akhirnya turun tangan menyikapi berbagai persoalan, terutama kasus-kasus kriminal di Gunung Botak. Dengan menggunakan pesawat terbang, direncanakan hari ini, Wakil Gubernur Maluku Said Assagaff melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau langsung kondisi keamanan di lokasi tambang emas.Ikut serta dalam rombongan Wagub, Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Eko Wiratmoko dan Kapolda Maluku Brigjen Pol Muktiono, serta sejumlah perwira Kodam dan Polda Maluku.Demikian disampaikan Kepala Bagian Humas Biro Umum Setda Maluku Booy Kaya. Memang benar besok (hari ini) pa Wagub bersama Panglima dan Kapolda akan meninjau langsung kondisi keamanan di kawasan pertambangan Emas Gunung Botak, singkatnya.Seperti diberitakan koran ini, berbagai kasus kriminal yang menelan korban jiwa terus terjadi di Gunung Botak. Menyikapi itu, Pangdam siap menutup areal tambang emas illegal itu. (CR8/CR2)

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News