• ??? ????
  • ??? ????
  • Pan Optimistis Jadi Penentu Koalisi Parpol 2014

    Sun,23 March 2014 | 09:59

       


    Jakarta, 23/3 (Antara) - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy optimistis PAN akan menjadi penentu peta koalisi pada konstelasi partai-partai politik nasional tahun 2014.

    "Kami meyakini PAN akan mejadi penentu peta koalisi, baik di antara partai menengah, partai berbasis Islam, maupun dengan partai besar yang telah menetapkan calon presiden (capres)," kata Tjatur Sapto Edy ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu.

    Menurut Tjatur Sapto Edy, berdasarkan UU Pemilu dan UU Pemilu Presiden yang berlaku saat ini, maka pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh partai politik dan atau gabungan partai plitik paling banyak hanya empat pasangan.

    Kondisi ini, kata dia, membuat partai-partai politik yang perolehan suaranya pada pemilu legislatif tidak mencapai 20 persen, harus membangun koalisi mencapai 20 persen suara, untuk dapat mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

    "Mencermati pada peta politik nasional saat ini, kami meyakini PAN akan menjadi penentu koalisi. Jika PAN memenuhi target mencapai dua digit suara, maka akan menjadi partai empat besar," katanya.

    Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, berdasaran hasil survei internal PAN terbaru, posisi PAN di pemilu legislatif 2014 akan menempati posisi empat besar.

    "Itu artinya jika partai-partai menengah bergabung, maka posisi tawarnya PAN sangat kuat," katanya.

    Tjatur juga memperkirakan, beberapa partai politik sulit berkoalisi karena adanya kendala psikologis dan komunikasi, sedangkan PAN sampai dapat berkomunikasi dengan partai apapun, karena hubungannya baik.

    Dengan kondisi tersebut, menurut Tjatur, PAN optimistis dapat meningkatkan perolehan suara pada pemilu legislatif dan dapat berkoalisi dengan partai apapun menjelang pemilu presiden.

    Apalagi, kata dia, Ketua Umum PAN adalah Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang dipandang sebagai figur berpotensi dan memiliki kekuatan, sehingga menambah rasa percaya diri para pengurus partai tersebut.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Dradjad H Wibowo mengatakan, putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak permohonan uji materi dari Yusril Ihza Mahendra adalah hal bagus bagi persatuan nasional.

    Dengan ditolaknya permohoman uji materi tersebut, kata dia, persyaratan mengajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden adalah partai politik dan atau gabungan partai politik yang memiliki perolehan suara pada pemilu legislatif minimal 20 persen.

    "Kondisi ini, mengharuskan partai politik yang perolehan suaranya tidak mencapai 20 persen, berkoalisi dengan partai politik lain. Dalam konteks ini PAN memliki peluang besar," katanya.

    Menurut dia, jika dari hasil suara pemilu legislatif PAN memiliki sekitar 60 kursi di DPR RI, maka memiliki peluang sebagai kekuatan penyeimbang di DPR RI.

    Dradjad memperkirakan konfigurasi DPR RI periode 2014-2019, partai yang mendapat minimal 60 kursi akan cukup kuat dalam penentuan pengambilan keputusan.

    "Hal itu akan membuat posisi PAN menjadi penting," katanya.


    (T.R024/B/E.K. Sinoel/E.K. Sinoel) 23-03-2014 09:44:46


    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News