• ??? ????
  • ??? ????
  • Pemkab Oku: Ijazah Kades Bindu Diduga Palsu

    Fri,24 January 2014 | 21:40

       
     

    Baturaja, Sumsel, 24/1 (Antara) - Inspektorat Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akan melakukan penyelidikan terkait ijazah Kepala Desa Bindu berinisial "Sah" diduga palsu, karena perbedaan nama tertera dalam ijazah dengan di daftar nilai milik yang bersangkutan.

    "Kami akan melakukan penyelidikan dan penelusuran lebih dalam guna memastikan keaslian ijazah dan daftar nilai yang bersangkutan," kata Inspektur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) Drs Zandi Soleh di Baturaja, Jumat.

    Dikatakan Zandi, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan atas Kepala Desa (Kades) Bindu yang dilaporkan masyarakat, terkait adanya indikasi penggunaan ijazah palsu dalam pencalonan dirinya sebagai kepala desa.

    "Hasil pemeriksaan sudah kami laporkan ke bupati dan berdasarkan petunjuk yang diberikan, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menelusuri adanya perbedaan nama tertera pada ijazah atas nama Sah dan daftar nilai atas nama Suh," katanya.

    Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan dilakukan oleh pihaknya, adanya temuan perbedaan penulisan nama atas nama Sah tersebut mendekati dengan data yang ada.

    Menurut dia, kedua data atas nama Sah pada ijazah dan Suh di daftar nilai mempunyai kesamaan berupa tempat lahir yang bersangkutan sama-sama di Desa Bindu.

    "Memang sama lahir di Desa Bindu, namun pada daftar nilai tertera nama Suh lahir di Desa Bindu tidak tercantum tanggal lahir yang bersangkutan, sehingga kami perlu melakukan penelusuran lebih dalam ke Dinas Pendidikan Way Kanan, Provinsi Lampung tempat asal dikeluarkan ijazah tersebut," katanya.

    Pada Senin (27/1/), pihaknya akan mengirimkan tim guna melakukan penelusuran atas perbedaan nama yang tertera di ijazah dan daftar nilai milik Sah selaku Kades Bindu.

    "Jika dari hasil penelusuran kami memang benar ada kekeliruan atas penulisan nama yang bersangkutan, maka kami akan meminta surat pernyataan dari Dinas Pendidikan setempat terkait kekeliruan tersebut agar dapat dipertanggunjawabkan," ungkapnya.

    Menurut dia, kalaupun memang terbukti ada unsur kesengajaan dan penipuan, maka pihaknya akan merekomendasikan kepada bupati untuk mencopot jabatan selaku Kepala Desa Bindu, selanjutnya kasus tersebut akan diserahkan ke ranah hukum.

    "Itu kalau memang terbukti ada unsur penipuan ataupun pemalsuan," tegasnya.

    Sementara saat hendak dikonfirmasi hal ini kepada kades yang bersangkutan, belum bisa dihubungi.

    (T.M033/B/Z. Abdullah/Z. Abdullah) 24-01-2014 21:24:07

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News