Pembangunan Kereta Jakarta-bandara Soekarno Hatta Dalam Pelelangan

Sat,22 June 2013 | 00:13

   
 

Medan (ANTARA) - Pembangunan jalur kereta api dari Jakarta menuju Bandar Udara Seokarno Hatta telah memasuki tahap pelelangan konstruksi dengan nilai investasi sarana dan prasarana sekitar Rp2,5 triliun.

Dalam penandatanganan nota kesepahaman tiket elektronik kereta menuju Bandara Kualanamu di Medan, Jumat, Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Kurniadi Atmosasmito mengatakan, pembiayaan pembangunan konstruksi jalur menuju Bandara Soekarno Hatta melalui kerja sama pembiayaan dengan BNI, BRI, Mandiri, dan BCA.

Dengan panjang trek 37,6 km, kereta api modern tersebut akan menggunakan rute Manggarai, Sudirman, Tanah Abang, Batu Ceper, hingga Bandara Soekarno Hatta, termasuk double trek Batu Ceper-Bandara Soekarno Hatta dengan panjang 12,3 km.

Pihaknya memperkirakan jalur kereta api rencananya akan dioperasionalkan pada tahun 2015 tersebut dapat mengangkut penumpang sekitar 20 ribu orang dengan pengangkutan enam set gerbong.

Jumlah penumpang yang dapat diangkut tersebut diperkirakan meningkat menjadi 30 ribu orang pada tahun 2019 seiring penambahan set gerbong yang diberangkatkan.

Dari operasional tersebut, PT KAI bisa mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket sekitar Rp640 miliar pada tahun 2015 dan meningkat menjadi Rp880 miliar pada 2009.

Pengembangan jalur kereta api menuju Bandara Soekarno Hatta tersebut merupakan dorongan untuk memenuhi Peraturan Presiden RI Nomor 83 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kereta Bandara dan Terintegrasinya Komuter Jabodetabek.

Ia mengatakan, realisasi kereta api komuter Jabodetabek yang dapat menampung penumpang hingga 1,2 juta orang itu telah dirintis melalui pembayaran tiket tanpa uang tunai dengan BNI, BRI, Mandiri, BCA, Bank Mega dan Bank DKI.

Selain melakukan pengembangan persinyalan, telekomunikasi, fasilitas stabling, dan parkir, pengembangan stasiun baru dan revitalisasi stasiun lama, serta menambah sarana kereta, masih banyak "pekerjaan rumah" lainnya dalam penyelenggaraan kereta komuter tersebut.

PT KAI diperkirakan tidak akan mampu merealisasikan program kereta api komuter Jabodetabek itu sendirian karena keharus adanya koordinasi lintas kedinasan, baik dengan kementerian terkait maupun dengan pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota.

Salah satu masalah yang perlu dikomunikasikan adalah perlintasan bidang disebabkan adanya enam rute yakni Bogor-Jakarta Kota, Bogor-Manggarai-Jatinegara, Bekasi-Jatinegara-Jakarta Kota, Parung Panjang-Tanah Abang, Tangerang-Duri, dan Tanjung Priok-Jakarta Kota.

Lain lagi dengan adanya rute Ancol-Rajawali sehingga perkiraan investasi akan semakin besar dengan perkiraan mencapai Rp7,4 triliun mulai 2013 hingga 2032.(ar) NNNN

Be Social with IYAA

1/300

Kirim Komentar

Coba bilang "IYAA~~~"