KPI Siapkan Sanksi untuk TV yang Masih Siarkan Berita tentang Eyang Subur

Fri,26 April 2013 | 08:43

   

KBR68H, Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia, KPI bakal menjatuhkan sanksi kepada stasiun televisi yang masih menayangkan berita perseteruan pemain sinetron Adi Bing Slamet dengan Eyang Subur. Komisioner KPI Nina Armando mengatakan, tayangan itu  tidak mendidik dan lebih mengumbar peseteruan kedua belah pihak. Tayangan itu, kata Nina sangat tidak mendidik bagi masyarakat.

“Stasiun TV justru mengobarkan peseteruan. Dua kubu terus dikipas untuk saling menjatuhkan salah satu yang lain.  Ini sebenarnya yang dilarang sebenarnya dalam isi siaran. Ini sudah dihimbau oleh kami. Tapi belakangan masih ada stasiun televisi yang menayangkannya. Ini dalam analisis KPI. Kami sudha menghimbau. Jaid kalau masih ada pelanggaran ada sanksi.” Ujar Nina Armando di kantor KPI Jakarta, Kamis (25/4)

Sebelumnya, konflik yang terjadi antara pesohor Adi Bing Slamet dengan seorang dukun yang bernama Eyang Subur terus meramaikan  pemberitaan di layar televisi.  Perseteruan itu dilatarbelakangi lantaran Adi merasa telah ditipu oleh Eyang Subur yang berprofesi sebagai dukun.

Adi menilai, Eyang Subur telah melakukan penistaan agama. Karena, Eyang Subur yang mengaku menerima wahyu, tidak mewajibkan pengikutnya untuk berpuasa pada bulan Ramadhan. Selain itu,  Adi mengklaim pernah dilarang untuk pergi umroh.


Be Social with IYAA

1/300

Kirim Komentar

Coba bilang "IYAA~~~"