Kasus Fuad Bawazier Bakal Diusut

Wed,06 February 2013 | 16:47

   

WASPADA ONLINE

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kasus yang menyeret Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Fuad Bawazier.

Penasehat KPK Abdullah Hehamahua menjelaskan kasus Fuad Bawazier terjadi pada 2005. Ketika itu, Abdullah merupakan Wakil Ketua KPKPN (Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara).

Di hadapan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat dengar pendapat, Abdullah menceritakan ketika itu dirinya sedang bersama Ketua KPK Taufikurahman Ruki.

"Peristiwa 2005 ketika SBY mau reshuffle kabinet. Saya tidak tahu beliau dapat info dari mana. Melalui stafnya, telepon Taufikurahman Ruki. Saya ada di ruang Taufikurahman Ruki, tentang laporan kekayaan," jelas Abdullah, hari ini.



Saat itu juga, dia menjelaskan kepada presiden bahwa memang ada kasus Fuad, terutama masalah LHKPN. "Memang pada waktu pak Fuad waktu anggota DPR 1999-2004. Dalam SOP LHKPN," beber Abdullah.

Saat itu juga, dia memerintahkan anak buahnya untuk mengecek, verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan. Ditemukan kejanggalan

"Tim lapor ke saya. Ada permasalahan soal angka-angka. Ditingkatkan pemeriksaan khusus dipanggil terkait yang bersangkutan. Dan setelah tim memeriksa menemukan kejanggalan, kekayaan itu berasal dari adiknya di Arab Saudi," jelasnya.
(dat06/inilah)

Be Social with IYAA

1/300

Kirim Komentar

Coba bilang "IYAA~~~"