RUU Ormas Dinilai Mengancam Lembaga Keagamaan

Fri,02 November 2012 | 19:44

   
 

KBR68H, Jakarta - Rancangan Undang-undang tentang Organisasi Kemasyarakatan (RUU Ormas) dinilai mengancam keberadaan lembaga keagamaan.

Sekretaris Jenderal Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Benny Soesatyo menuding negara telah mencampuri urusan keyakinan umat. Dia mencontohkan RUU Ormas mewajibkan lembaga keagamaan melaporkan ke pemerintah sumbangan yang mereka dapatkan dari umat. Hal ini ditolak karena dana sumbangan sudah cukup dilaporkan ke para penyumbang.

"Dia kan harus melaporkan aktivitas yang berhubungan dengan sumber-sumber keuangannya. Berarti peraturannya akan mengatur itu. Kalau pemerintah menyumbang, wajib meminta. Tapi kan ini pemerintah nggak nyumbang. Jadi nggak wajib meminta dana kolekte, kemudian dana yang yang akan menyumbang di sumbangan Jumatan, apakah itu harus dilaporkan. Tidak begitu, mereka cukup melaporkan ke publik, itu sudah ada mekanismenya di lembaga keagamaan."

Sekjen KWI Romo Benny Soesatyo mendesak pembatalan RUU Ormas yang saat ini masih dibahas di DPR. RUU Ormas ini dikhawatirkan mengembalikan rezim pembungkaman kebebasan berserikat di Indonesia seperti saat Orde Baru.



Be Social with IYAA

1/300

Kirim Komentar

Coba bilang "IYAA~~~"