Penilaian itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (6/8). Atas dasar itu, menurutnya, SBY harus menengahi ketegangan antara Polri dan KPK ini."Sebagian besar masyarakat tidak happy dengan suasana seperti sekarang, karena yang muncul adalah kesan bahwa keadaan kian karut marut. Presiden tidak boleh membiarkan keadaan seperti ini berlarut-larut," ujarnya.Menurutnya, sebagai presiden, kepala negara, dan kepala pemerintahan, SBY sejatinya hadir di tengah suasana karut marut ini, yakni tampil menggunakan semua wewenang yang ada padanya untuk mengakhiri sengketa kewenangan tersebut."Indonesia dewasa ini tidak dalam kondisi vakum kepemimpinan. Maka, pemimpin harus muncul, tampil di tengah rakyatnya, dan memberi penegasan bahwa persoalan sengketa kewenangan itu akan diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta memberi jaminan bahwa kasus dugaan korupsi di Korlantas Mabes Polri bisa dituntaskan," terang politikus Partai Golkar ini.Menurutnya, jika ada keberanian dan kemauan bersikap tegas berdasarkan akumulasi wewenang yang ada padanya, disharmoni atau sengketa kewenangan antara Polri dan KPK bisa diselesaikan oleh presiden dalam hitungan jam."Selain itu, kalau presiden berketetapan institusi apa yang berwenang menangani kasus itu, ketetapan presiden itu bukanlah sebuah intervensi atas proses hukum," pungkasnya. [IS]

Be Social with IYAA