Semua yang berkaitan dengan pendidikan adalah hal penting, dan pemecahan permasalahan hidup adalah ilmu, tetapi bukan sekedar ilmu, tetapi ilmu yang membentuk perilaku. Hal inilah yang ditekankan Muhamad Nuh dalam Muktamar al-Irsyad al-Islamiyah yang diadakan di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (19/6) malam.
Masalah pendidikan merupakan masalah besar bagi semua negara, apalagi bagi Indonesia yang memiliki jumlah pendidik lebih dari 200 juta jiwa. Tentunya pemerintah dalam hal ini memerlukan bantuan dari semua pihak, baik dari ormas Islam maupun dari ormas nasional. Al-irsyad sebagai salah satu ormas islam yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial, mempunyai andil besar dalam memajukan dunia pendidikan di Tanah Air.
Saya dulu kursus untuk masuk perguruan tinggi juga di al-Irsyad, jadi al-Irsyad juga telah menyumbangkan satu anak tangga dalam hidup saya, kata Muhamad Nuh, yang malam itu tampil dengan batik coklatnya.
Masalah kemiskinan yang ada di indonesia merupakan hambatan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa ini dan menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar. Muhamad Nuh pada muktamar ini menjelaskan bahwa pada tahun 2011 lalu, ia mengumpulkan para rektor perguruan tinggi, ia mewajibkan tiap perguruan tinggi untuk menyediakan 25 persen dana universitas, untuk mahasiswa yang tidak mampu.
Menurutnya ada sekitar 50 ribu mahasiswa masuk perguruan tinggi dengan gratis, tahun ini dicoba untuk ditingkatkan lagi sebanyak 42 ribu mahasiswa. Kemudian dalam suatu kesempatan ia mengumpulkan para mahasiswa yang mendapat beasiswa, ternyata sebagian di antara mereka mendapat berindeks prestasi (IP) 4.
Bayangkan mereka masih miskin IP-nya sudah 4, kalo dikasih susu bisa 5 IP-nya, candanya dengan logat Jawa Timurnya yang kental. Pada kesempatan ini,Ia juga menegaskan bahwa yang menjaga perbatasan tidaklah cukup hanya mengandalkan TNI, tetapi yang harusnya menjaga perbatasan itu adalah orang yang membangun peradaban. Oleh karena itu kita membangun perguruan tinggi negeri di perbatasan indonesia. Nah sekarang, saya ajak al-Irsyad untuk bekerjasama dalam membangun sekolah, al-Irsyad sediakan tanah, selebihnya biar kementrian, ajaknya kepada para peserta muktamar malam itu.

Be Social with IYAA