• ??? ????
  • ??? ????
  • KEJAKSAAN: ADA SINDIKASI PEMALSUAN IJAZAH MAHASISWA UNISSULA

    Wed,20 June 2012 | 17:25

       
     

    Semarang, 20/6 (ANTARA) - Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Semarang Mustaghfirin mengatakan, ada sindikasi dalam pemalsuan ijazah dan nilai sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

    "Dalam kasus ini pasti ada sindikasi karena tidak mungkin dilakukan sendiri oleh tersangka Dwi Hartono alias Ferry sehingga temuan jaksa peneliti harus dikembangkan oleh penyidik kepolisian yang menangani," katanya di Semarang, Rabu.

    Hal tersebut diungkapkan Mustaghfirin saat diwawancara mengenai perkembangan pelimpahan berkas pemeriksaan tersangka Ferry dari penyidik kepolisian ke Kejari Semarang, Selasa (12/6).

    Ia mengatakan, Kejari Semarang akan melakukan gelar secara internal terkait kasus pemalsuan ijazah pada Jumat (22/6) setelah meneliti berkas pemeriksaan tersangka Ferry.

    Menurut dia, hasil dari gelar internal tersebut berupa petunjuk yang harus dilengkapi penyidik kepolisian dalam melengkapi berkas pemeriksaan karena ada beberapa bagian yang belum lengkap.

    "Berkas pemeriksaan tersangka yang telah dilimpahkan akan kami kembalikan ke penyidik kepolisian secepatnya agar bisa dilengkapi sehingga pelimpahan tahap kedua bisa dilaksanakan," ujarnya.

    Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Semarang terus mengembangkan penyidikan kasus pemalsuan ijazah dan nilai mahasiswa Unissula Semarang dengan memeriksa empat staf yang bertugas di kantor rektorat karena menjadi panitia penerimaan mahasiswa baru pada 2010 di perguruan tinggi tersebut.

    Empat staf yang diperiksa di salah satu ruang Unit III Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, Rabu (20/6) mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB tersebut adalah Warastri, Rina Emi Yulianti, Dyan Teguh Aryanto, dan Andika Novianto.

    Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Augustinus Pangaribuan yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pemeriksaan keempat saksi kasus pemalsuan ijazah pada Rabu mengenai prosedur penerimaan mahasiswa baru di Unissula Semarang.

    "Pemeriksaan terhadap saksi seputar prosedur penerimaan mahasiswa baru di Unissula Semarang, baik itu prosedur teknis maupun administratif," katanya.

    Kepolisian Resor Kota Besar Semarang telah menetapkan Dwi Hartono alias Ferry sebagai tersangka kasus pemalsuan ijazah dan nilai palsu sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula Semarang sejak Kamis (24/5).

    Modus yang dilakukan tersangka Ferry yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unissula angkatan tahun 2004 itu adalah menyebar brosur Bimbingan Belajar dengan nama "Smart Solution" yang berisi penawaran menjadi mahasiswa di jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, dan akuntansi dengan jaminan pasti diterima.

    Selain itu, tersangka Ferry yang beroperasi sejak 2006 tersebut juga berperan mengubah nilai dan ijazah dari jurusan IPS menjadi IPA serta mendapat uang antara Rp5 juta sampai Rp10 juta dari tiap calon mahasiswa yang mendaftar.

    Barang bukti yang diamankan dari tersangka berupa puluhan brosur dan penawaran Bimbingan Belajar "Smart Solution", dua alat komunikasi berbentuk jam tangan, serta puluhan stempel dari perguruan tinggi ternama di Indonesia.

    Tersangka Ferry dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 263 dan Pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan Surat dan Pembuatan Dokumen Palsu.

    Penanganan kasus pemalsuan ijazah itu berawal dari laporan seorang Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Taifuqurrachman, kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang pada Senin (23/4).

    Pada perkembangannya, pihak rektorat dan yayasan melalui pelapor berencana mencabut laporan. Namun, ditolak oleh kepolisian karena kasus itu bukan delik aduan, melainkan pidana murni. (U.KR-WSN/B/M029/M029) 20-06-2012 17:08:16 NNNN

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News