Jakarta - Sutan Bhatoegana kembali menegaskan pernyataan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa ada partai lain yang jauh lebih korup dari partainya. "Pihak presiden buat survei tentang partai, ternyata Demokrat korupsi itu cuma kecil, masih ada partai lain yang lebih besar," tandas Sutan di Jakarta, Minggu (17/6).
Sementara itu, Ketua Divisi Komunikasi Partai Demokrat, Ruhut Poltak Sitompul, menegaskan, kasus yang jauh lebih besar yang dilakukan partai lain yang dimaksud Susilo Bambang Yudhoyono, yakni cek pelawat dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
"Korupsi walaupun sedikit tidak boleh, kasus itu ada yang sudah diadili ada yang belum. Yang sudah diadili, kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Yang belum diadili, kasus BLBI," ungkap Ruhut.
Seperti diketahui, puluhan mantan anggota DPR RI periode 1999-2004 termasuk dari PDI Perjuangan terjerat kasus cek pelawat. Mereka menerima suap berupa cek pelawat terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltom, pada 2004 lalu.
Di antaranya yang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, yakni, Agus Condro, Moein, Willem, dan Rusman.
Menanggapi pandangan tersebut, Politisi PDIP, TB Hasanuddin, mengatakan, korupsi yang dilakukan politisi PDIP nilainya masih kecil dibanding yang dilakukan kader Demokrat dan uang itu bukan uang negara, tapi uang Miranda Goeltom.
"PDIP yang korup bukan ambil uang negara, tapi uangnya Miranda Goeltom. Kalau delapan orang kasus Miranda tiap orang dapat Rp 500 juta, total Rp 4 miliar kan. Bandingkan dengan Angie dari 16 universitas saja Rp 600 miliar, Nazaruddin dan lain-lain," bebernya. [IS]

Be Social with IYAA