Jakarta - Ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, menilai, mega kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang dan Hambalang yang diduga dilakukan kader partainya tidak akan memperngaruhi dukungan dari masyarakat desa terhadap partai ini, karena mereka kemungkinan tidak melek kasus korupsi.
Selain itu, ia yakin masyarakat desa tidak akan paham hasil jajak pendapat yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI), yang menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan terhadap Demokrat menurun hingga 11,3 persen akibat tersandera mega korupsi Wisma Atlet dan Hambalang.
"Percayalah, kalau kita ke desa-desa, mereka tidak mengerti apa yang terjadi dan diomongkan. Rakyat masih senang SBY, sopan, santun, tata krama, dan masih idola," cetus Sutan, saat dimintai tanggapan di Jakarta, Minggu (17/6).
Untuk menyakinkan bahwa masyarakat desa tidak melek kasus korupsi dan tiak ada hubungan dengan dukungan pemilihan parpol, ia menyebut kasus korupsi Bank Century yang dinilainya tidak diketahui dan dipahami masyarakat desa.
"Lihat kasus Century, tidak ada efeknya. Pergi ke desa-desa, mereka tidak tahu Century," cetusnya.
Meski demikian, Sutan mengakui terjadi penurunan dukungan terhadap Partai Demokrat akibat ulah sejumlah kader yang melakukkan kasus mega korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang dan Sekolah Pusat Olah Raga Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
"Tren sekarang pasti menurun kalau di survei. Pertama, tersander Wisma Atlet dan Hambalang. Tapi kami percaya dalam tahun ini, semua bisa selesai. Kalau selesai pembenahan di dalam, merambat akan naik. 2013 pelan-pelan naik, 2014 tahun fighting," urainya.
Menurutnya, menurunnya dukungan terhadap Partai Demokrat percis seperti tahun 2009. Saat itu, tren dukungan terhadap Demokrat saat itu tengah menurun. Namun, saat Pemilu, Demokrat mendulang suara di luar dugaan.
"Kejadian ini persis 2009, trend juga turun. Tapi ketika Pemilu dan Pilpres berlipat-lipat suara kita. SBY presiden lagi. Rakyat cerdas, kita hormati hasil survei," dalihnya.
Dikatakan, Partai Demolrat tengah mengalami cobaan dan kader tidak perlu kerkecil hati walau ada kader yang tidak berbuat baik. Menurutnya, kalau survei itu dilakukan secara internasional, Indonesia merupakan negara terbaik.
"Setiap orang berkuasa sangat menarik diberitakan kalau ada sisi negatifnya. Silahkan orang survei. Kader jangan kecil hati walau satu orang berbuat tidak baik.Kalau survei internasional, Indonesia negara terbaik," tandasnya. [IS]

Be Social with IYAA