"Soal calon presiden, Partai Demokrat mengalami problem yang pelik. LSI meriset, hanya tokoh Partai Demokrat saja dan mengujinya ke publik untuk mengetahui siapa yang paling dipavoritkan sebagai calon presiden. Hasilnya, tidak ada yang mendapatkan hasil signifikan," papar Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby saat meliris survei terbaru di kantornya bilangan Jakarta Timur, Minggu (17/6).
Dari beberapa nama kader Partai Demokrat yang diujikan ke publik, Ani Yudhoyono memperoleh elektabilitas tertinggi dengan angka dukungan 12,6 persen. Kemudian, disusul nama-nama kader Demokrat lainnya yang memperoleh dukungan kurang dari 5 persen, yakni; Ketua Umum Anas Urbaningrum (4 persen), Andi Mallarangeng 3,8 persen, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (3,3 persen), Djoko Suyatno (3,3 persen), dan Marzuki Alie (2,5 persen).
"Ani Yudhoyono yang paling bersinar. Namun, dukungan terhadap calon tertinggi masih di bawah 20 persen," ujar Adjie.
Menurutnya, selain itu, tren elektabilitas pemilih terhadap Partai Demokrat pun terus menurun sejak Januari 2011, dari angka 20,5 persen, menjadi 15,5 persen pada Juni, dan sempat naik 1 persen, yakni 16,5 persen pada Oktober pada tahun yang sama. Kemudian melorot pada angka 13,7 persen pada Januari 2012 dan terakhir turun lagi ke angka 11,3 persen pada Juni 2012.
"Pertai Demokrat semakin menjauh dari perolehan suaranya pada pemilihan umum tahun 2009. Jika tidak ditahan, tren itu akan terus menurun dan menyamai perolehan Partai Demokrat pada tahun 2004 yang hanya di angka 7,5 persen" ujarnya.
Sebelumnya, pada Pemilu tahun 2009, Partai Demokrat memenangkan Pemilu, baik Pemilu legislatif dan presiden. Namun, angka itu terus tergerus, sehingga pada Pemilu 2014, baik pemilu legislatif dan presiden, Partai Demokrat akan kehilangan khitahnya.
Survei ini merupakan hasil riset nasional terbaru LSI menggunakan metode standar dan multi stage random sampling. Responden dipilih secara acak atau rendom dan diwawancarai secara tatap muka.
"Total responden sebanyak 1.200 mewakkili semua provinsi yang dilakukan mulai 2-11 Juni 2012 dengan margin of error plus minus 2,9 persen," paparnya. [IS]

Be Social with IYAA