"Hasil survei terkini, Demokrat terpuruk di posisi ketiga, dan posisinya terncam anjlok dari divisi utama ke papan tengah. Partai ini terancam hanya mendapat dukungan di bawah angka 10 persen," ungkap peneliti LSI Adji Alfaraby, di Kantor LSI, Jakarta Timur, Minggu.
Menurutnya, tren elektabilitas pemilih terhadap Partai Demokrat terus menurun sejak Januari 2011, dari angka 20,5 persen, menjadi 15,5 persen pada Juni, dan sempat naik 1 persen, yakni 16,5 persen pada Oktober pada tahun yang sama. Kemudian, elektabilitas terhadap partai ini terus melorot pada angka 13,7 persen pada Januari 2012 dan terakhir hanya didukung 11,3 persen pada Juni 2012.
"Pertai Demokrat semakin menjauh dari perolehan suaranya pada pemilihan umum tahun 2009. Jika tidak ditahan, tren itu akan terus menurun dan menyamai perolehan Partai Demokrat pada tahun 2004 yang hanya di angka 7,5 persen," ujarnya.
Sebelumnya, pada Pemilu tahun 2009, Partai Demokrat memenangkan Pemilu, baik Pemilu legislatif dan presiden. Namun, angka itu terus tergerus, sehingga pada Pemilu 2014, baik pemilu legislatif dan presiden, Partai Demokrat akan kehilangan khitahnya.
Survei ini merupakan hasil riset nasional terbaru LSI menggunakan metode standar dan multi stage random sampling. Responden dipilih secara acak atau rendom dan diwawancarai secara tatap muka.
"Total responden sebanyak 1.200 mewakkili semua provinsi yang dilakukan mulai 2-11 Juni 2012 dengan margin of error plus minus 2,9 persen," paparnya. [IS]

Be Social with IYAA