• ??? ????
  • ??? ????
  • KNPI KAJI RENDAHNYA PARTISIPASI POLITIK DALAM PILKADA

    Sat,02 June 2012 | 22:01

       
     

    Kupang, 2/6 (ANTARA) - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Timur, melakukan pengkajian terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Kupang periode 2012-2017 yang rendah.

    Pengkajian itu dilakukan KNPI dengan menggelar Seminar Politik dan menghadirkan pakar berkompeten di bidangnya masing-masing.

    Ketua KNPI NTT Daud Anarato, M.Si di Kupang, Sabtu, malam, mengatakan salah satu indikator rendahnya partisipasi pemilih dalam Pilkada tanggal 1 Mei 2012 itu dapat diukur dari sekitar 66.017 pemnilih dari total 233.045 pemilih yang ditetapkan dalam Daftar Pemilih Tetap, tidak menggunakan hak politiknya.

    "Ini yang mendorong KNPI sebagai salah satu komponen bangsa di daerah ini, tergerak untuk mencari tahu faktor penyebab rendahnya partisipasi warga Kota Kupang dalam Pilkada putaran pertama pada awal Mei lalu," katanya.

    Untuk mengkaji itu, maka salah satu media yang dipandang tepat adalah Seminar yang akan digelar pada Senin (14/6) dengan menghadirkan pembicara seperti Ketua KPU NTT, Johanes Depa, pakar Hukum Tata Negara dari Undana Kupang, Jhon Kotan, pakar Ilmu Pilitik Achmad Atang dari Universitas Muhammadyah Kupang, dan pakar kebijakan publik dari Undana Kupang David BW Pandie.

    Seminar yang menghadirkan sekitar 600 peserta itu diharapkan menemukan solusi mengapa tingkat partisipasi politik pemilih dalam Pilkada Kota Kupang, rendah.

    "KNPI siap menindaklanjuti apakah rekomendasi dari seminar itu, apa pun bentuknya, termasuk membawa hasil rekomendasi itu ke ranah hukum sekalipun, sebagai bentuk pembelajaran bagi para pihak terutama pihak penyelenggara untuk tidak mengulangi hal serupa dalam Pimilu baik itu Pilkada, pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden," katanya.

    Anarato yang saat itu didampingi Sekretris KNPI Hamzah Wulakada, Wakil Ketua Organisasi dan Kaderisasi Hermanus Boki, Wakil Ketua Komunikasi dan Informasi Gusti Brewon mengatakan, data di Kemendagri pada 2005 menunjukkan ada 226 Pilkada yang terdiri atas 183 kabupaten dan 36 kota serta 7 Provinsi.

    Hasilnya kata Dosen Widya Iswuara itu adalah 92 persen Pilkada yang berlangsung baik dan lancar serta tingkat partisipasi masyarakat pun tinggi, dan hanya 8 persen saja yang bermasalah.

    Data ini, katanya, merupakan satu prestasi yang luar biasa, karena sebagai negara berkembang yang baru mencoba formula demokrasi, biasanya mengalami berbagai rintangan, termasuk tingkat partisipasi pemilih.

    Namun, tingkatannya tidak seperti yang terjadi di Kota Kupang pada 1 Mei 2012, di mana para pemilihnya sebagian besar adalah pemilih rasional, namun mengapa partisipasinya masih tergolong, rendah.

    Terlepas dari memilih adalah hak, sehingga tidak memilih juga merupakan pilihan asasi setiap orang. Tetapi yang menjadi soal sekitar 66 ribu orang lebih sudah tercatat dalam DPT, tetapi mejelang pemungutan suara sebagian warga yang selama menjadi pemilih aktif dari Pemilu ke Pemilu tidak mendaptkaan undangan untuk mendatangi TPSS dan melaksanakan haknya.

    Inilah yang mendorong KNPI NTT untuk melakukan pengkajian dengan tujuan mengetahui duduk persoalan untuk mencegah hal serupa pada Pilkada selanjutnya. (T.pso-084/C/H-KWR/H-KWR) 02-06-2012 21:50:10 NNNN

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News