• ??? ????
  • ??? ????
  • Gebrakan Jokowi, Sopir Angkot Digaji

    Thu,18 October 2012 | 17:48

       
    Tag

    gubernur, DKI Jakarta, jokowi, ahok, hari kerja

    KBR68H - Salah satu gebrakan gubernur DKI Jakarta terpilih Jokowi-Ahok adalah sistem gaji bagi sopir angkot. Nantinya para sopir itu akan digaji Rp 3,5-5 juta. Perhitungannya berdasar kilometer.


    Dengan sistem gaji itu diharapkan sopir angkot tak perlu lagi ugal-ugalan untuk kejar setoran. Juru Bicara Pemprov DKI Jakarta, Eko Haryadi membahas seputar kebijakan baru ini.



    Transportasi sekarang mulai dibenahi, sebelum diterapkan gaji diremajakan dulu?


    Iya itu yang disampaikan Pak Gubernur, beliau punya konsep untuk meremajakan armada dulu.


    Untuk yang kopaja atau yang lain?


    Secara umum seluruh angkutan umum.


    Kalau yang didahulukan yang mana?


    Jadi konsepnya akan diremajakan dahulu supaya layak dari sisi keamanan dan kenyamanan.


    Memang sebagian besar begitu kondisi kita?


    Kalau kita lihat di lapangan sebagian besar seperti itu.


    Sistem gaji bagi para sopir ini gambarannya nanti seperti apa? bagaimana mereka kemudian dipastikan tidak bakal kebut-kebutan atau ugal-ugalan lagi?


    Pada prinsipnya kebut-kebutan atau ugal-ugalan itu kami pahami sebagai upaya mereka untuk mendapatkan uang lebih banyak. Artinya kalau saya dapat penumpang banyak maka saya akan punya uang lebih banyak, untuk itu saya ngebut. Tapi dengan model gaji kita bisa lihat hasilnya di pengemudi Transjakarta, gaji mereka tetap, selain karena memang jalurnya tertentu tidak bisa kebut-kebutan tapi itu juga mereka tidak lagi berpikir harus kejar setoran.


    Tapi bedanya Transjakarta itu mendapat subsidi dari pemerintah Jakarta, apakah itu juga akan diterapkan di sektor angkutan umum lainnya?


    Ada pertimbangan seperti itu. Karena memang kalau gaji Rp 3,5 juta sampai Rp 5 juta per bulan itu besar, tapi kalau mau kita lihat sisi yang lain bahwa pengemudi itu tanggung jawabnya besar, dia bertanggung jawab atas beberapa nyawa. Jadi kalau konsepnya bagaimana sementara ini masih dirumuskan, tapi ada pemikiran bahwa itu bagian dari subsidi.


    Akan ada perbaikan juga terhadap sistem rekrutmen pengemudi atau yang ada sekarang bakal dites lagi?


    Belum detail sampai ke sana. Pertama kita ingin menyediakan angkutan umum yang layak, layak itu baik dari sisi safety, nyaman, dan ketepatan waktu. Untuk bisa mendapatkan kinerja seperti itu selain kendaraannya tentunya pengemudinya harus memenuhi syarat tertentu. Pasti akan kita benahi atau kalau yang sudah ada perlu dilatih supaya lebih memenuhi syarat.


    Kalau untuk kepemilikan atau status angkutan yang ada di Jakarta ini bagaimana statusnya apakah milik pribadi atau koperasi?


    Sebagian ada yang koperasi sebagian lagi ada yang pribadi. Tapi berkembang, artinya ada amanat dari Undang-undang bahwa angkutan umum harus berbadan hukum, pelan-pelan akan kita arahkan kesitu.


    Jadi yang milik pribadi ini akan disingkirkan?


    Bukan, badan hukumnya. Mobilnya bisa jadi sama tapi dia tidak lagi perorangan, dia bergabung dalam satu badan hukum, biasanya koperasi.


    Ada beberapa yang punya pribadi?


    Metromini itu pribadi, mikrolet juga pribadi. Yang jelas disebut koperasi itu Kopaja (Koperasi Angkutan Jakarta).


    Berarti mereka dipaksa untuk bergabung di koperasi tapi kepemiliikan tetap pribadi-pribadi begitu ya?


    Iya kalau koperasi konsepnya begitu. Jadi kumpulan orang bergabung membentuk badan hukum, anggota-anggotanya itulah yang bergerak di usaha yang sama.


    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News