• ??? ????
  • ??? ????
  • Memasuki Masa Pensiun

    Mon,03 September 2012 | 01:02

       
    Tag

    Patabai Pabokori (Kadis Pendidikan), Andi Murniati Amin (Badan Kepegawaian Daerah), Tan Malaka Guntur (Kepala Bappeda).Tahun ini akan diangkat Azikin Solthan sebagai Kadis Pendapatan Daerah, Yakzan Hamzah sebagai Kepala Bappeda, Agar Jaya sebagai Sekkot Makassar, Saggaf Saleh (Kadis Perhubungan) untuk meneruskan dan mengisi jabatan yang lowong, kemungkinannya juga mereka akan pensiun tahun depan. Dalam peraturan pemerintah No 13/2002, dan No. 44/2011 dinyatakan bahwa seorang pegawai negeri yang menduduki jabatan struktural eselon I dan II akan memasuki masa pensiun pada usia 60 tahun, dan hanya bisa diperpanjang melalui Kepres jika betul-betul dibutuhkan dalam keadaan luar biasa. Mereka-mereka yang sudah dan akan pensiun itu adalah teman-teman kelas dan adik kelas ketika sama-sama kuliah baik di Fakultas Sospol, Ekonomi, Pertanian dan Hukum Unhas tahun 1970-an. Jadi masa bakti mereka rata-rata sudah lebih 30 tahun.Sayapun sejak 12 April 2012 sudah mengakhiri jabatan eselon 1-b setelah menjadi pejabat dalam berbagai jabatan kurang lebih 15 tahun. Cukuplah sudah, pangkat juga sudah mentok (IV/e), dalam militer sejajar dengan jenderal. Karena itu harus legowo dan siap menerima hukum alam bahwa yang tua akan terganti oleh yang muda. Harus berlapang dada, dan optimis bahwa yang mengganti kita akan lebih baik dan lebih maju. Karena pimpinan itu ada masanya, dan keberhasilannya juga diukur dengan zamannya.Menjadi pejabat memang juga ada enaknya, fasilitas disediakan. Dipercaya mengemban amanah karena itu leadership kita diuji, apakah kita tegas, berani mengambil risiko, disenangi atau dicaci maki sudah menjadi hal biasa. Pada saat perpisahan tentu ada karyawan yang mengucurkan airmata, mungkin juga ada yang senang. Yang penting komitmen kita untuk membuat perubahan menjadi lebih baik, menempa bawahan menjadi tenaga yang profesional dan mau belajar agar mereka siap menerima kepercayaan yang akan diembannya.Sebulan sebelum ulang tahun ke-60, saya sudah melapor kepada Rektor Unhas untuk siap diganti dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan selama ini. Sebaliknya Rektor sebagai pimpinan yang baik malah menjawab bahwa justru dialah yang harus berterima kasih atas pengabdian kami. Sikap pimpinan yang sangat arif ditunjukkan beliau pada bawahannya. Dan kini saya kembali ke habitat semula sebagai dosen yang akan melaksanakan tugas-tugas fungsional sebagai guru besar di bidang ilmu komunikasi.Apa yang kita peroleh dalam masa pensiun, adalah rasa kebebasan yang luar biasa yang selama ini hilang selama kita jadi pejabat. Undangan yang bertubu-tubi, acara yang sudah diagendakan, buka-tutup rapat dan pelatihan, terbang ke mana-mana, rapat sini-rapat situ, cukup melelahkan.Terus terang ketika jadi pejabat saya harus cari tukung urut minimal sekali seminggu meluruskan punggung yang kecapekan dan mengembalikan kesegaran. Alhamdulillah, tugas telah kami lalui, buku-buku yang tidak sempat terbaca sekarang bisa dibaca, bagun tidur dan menikmati siaran TV, dan surat kabar. Dan yang tak kalah nikmatnya punggung saya sudah tiga bulan tidak pernah diurut lagi. Sekarang suka berkebun, menulis, membaca, mengajar, membimbing mahasiswa, dan olahraga jalan kaki. Cukup.Lalu, apakah dengan tibanya masa pensiun lalu tugas kita mengabdi untuk bangsa juga berakhir. Tentu tidak. Ketika saya masih menjabat ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unhas seringkali saya membuka acara pelatihan persiapan memasuki masa purna bakti para karyawan Dinas dan BUMN. Saya sampaikan bahwa masa persiapan pensiun seringkali menimbulkan trauma dan stress.Tapi hal itu bisa diubah bagi seorang purna bakti jika istilah TPO (tua, pikun, dan ompong) menjadi TOP (tua, optimis, dan prima). Seorang pensiun tidak perlu takut, dunia usaha dan kegiatan sosial menunggu pengabdian kita lebih lanjut. Dengan modal pengetahuan, pengalaman, leadership, manajemen, jaringan, dan tabungan yang ada, bisa berinvestasi dan berpartisipasi pada berbagai macam kegiatan.Dalam dunia usaha misalnya ; perkebunan, perikanan, peternakan, industri, perbengkelan, perdagangan, pertokoan, pariwisata bisa dilakukan dengan menggunakan tanaga-tenaga muda yang tepercaya dan mudah terkontrol. Dalam bidang sosial berbagai usaha misalnya; pendidikan, keagamaan, pelayanan kesehatan, gerakan amal, yayasan dan semacamnya bisa dilakukan.Prof. Hung Zhao Guang, seorang dokter China berpendidikan Amerika mengemukakan empat pencerahan yang harus dimiliki seseorang yang sudah berusia di atas 50 tahun, yakni : (1) lupakan kejayaan masa lalu, (2) jangan iri, (3) nikmati hari ini, dan songsong hari esok dengan optimis. Lebih lanjut Prof. Hung menyebut tiga formula kebahagiaan, yakni ; (1) menolong orang lain, (2) puas diri , (3) dan mensyukuri apa yang telah diperoleh. Tambahan saya ; Jangan berutang, sehingga tidak ada beban dalam hidup.Pendek kata sebagai pensiunan, istilah toami Ramang tidak dikenal, apalagi kondisi tubuh masih memungkinkan dan belum tergolong manusia bermutu (bermuka tua) dalan arti fisik. Anekdot para jenderal ketika saya mengikuti pendidikan Lemhannas KSA tahun 2004 barangkali perlu disimak, wajah boleh Pebapri, tapi semangat harus tetap Akabri.(*)

    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News