• ??? ????
  • ??? ????
  • KB Spiral Paling Tangguh

    Tue,26 June 2012 | 18:37

       
     
    Tag

    KBR68H - Timbul jerawat, kegemukan, kulit tak halus dan siklus datang bulan jadi tak teratur adalah efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi alias KB. Karena itu pula banyak perempuan masih bimbang dan bingung ketika memilih alat kontrasepsi apa yang cocok bagi dirinya. Keinginan mereka adalah selain cocok, tentunya tak menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Dari efektifitas juga paling mantap, minim kebobolan!

    Nah mungkin Anda bisa mencoba penggunaan KB spiral. Menurut dokter spesialis kandungan, Zamzani Sutriyanto KB spiral memiliki efektifitas paling tinggi. Hasil penelitian menyebutkan tingkat efektifitasnya mencapai 99,4%. Kebobolannya 0.06%, sebut Zamzani Sutriyanto. KB spiral, kata Zamzani selain paling efektif juga tak memiliki efek samping secara sistemik bagi kesehatan pengguna alat kontrasepsi spiral. Karena spiral bukan KB hormonal, ucap Zamzani Sutriyanto.

    Bentuk dari alat kontrasepsi spiral saat ini telah mengalami perkembangan. Tak lagi melengkung-lengkung. Perubahan bentuk ini untuk menciptakan kenyamanan bagi pasangan suami-istri. Bentuknya sekarang kaya hurup T, kecil, batang plastiknya kecil, terang Zamzani Sutriyanto. Meski KB spiral paling tangguh, tapi peminatnya sangat sedikit. Hanya 2% saja, kalah jauh dengan aseptor KB yang menggunakan KB suntik, alami dan kondom. Spiral paling rendah, ungkap Zamzani Sutriyanto. Bayak perempuan yang ketakutan ketika menggunakan KB spiral. Mereka takut terjadi pendarahan. Ini mitos saja, tegas Zamzani Sutriyanto. Kata Zamzani Sutriyanto, memang ada potensi pendarahan akibat pemasangan KB spiral, tetapi kecil dan belum pernah terjadi. Potensinya hanya 12%, ucap Zamzani Sutriyanto. Kalaupun ada pendarahan akibat pemasangan KB spiral biasanya terjadi pada seseorang yang memiliki permasalah medis. Hemoglobin, HB turun sampai di bawah 8 gram%, terang Zamzani Sutriyanto. Oleh sebab itu kampanye dan sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi spiral harus ditinjau ulang. Manfaat dan penggunaannya serta efek sampingnya, saran Zamzani Sutriyanto.

    Efektif, Efisien Plus Murah

    Banyak keunggulan yang dipunya KB spiral selain efektif tadi. Misalnya soal harga dan efisiensi yang boleh dibilang lebih unggul ketimbang alat kontrasepsi lainnya. Kalau pakai pil kb, kan harus ingat jamnya, harus rutin, kalau lewat sedikit, dua jam saja bisa bobol, contoh Dokter Spesialis Kandungan Zamzani Sutriyanto. Berbeda dengan KB spiral yang memiliki jangka waktu 3-10 tahun. Lebih murah dan efisien, bayar sekali penggunaannya cukup lama, sebut Zamzani Sutriyanto.

    Pemasangan KB spiral juga tak mempengaruhi hubungan seksual suami-istri. Bentuknya yang lebih kecil dan simpel akan membuat pasangan suami-istri tetap nyaman ketika melakukan hubungan suami-istri. Kalau sekarang bentuknya kecil dan T, di jamin lebih nyaman, penis bagian depan gak akan menyentuh lagi seperti model awal-awal, terang Zamzani Sutriyanto. Penggunaan KB spiral berfungsi mencegah terjadinya pelepasan sel telur atau ovulasi. Kemudian mobilitas dari sperma untuk membuahi sel telur di mulut rahim juga berkurang. Inilah uang memperkecil kemungkinan kehamilan, efektif, pastinya, ucap Zamzani Sutriyanto.

    Datanglah Ke Petugas Kesehatan

    Penggunaan dan pemasangan KB spiral harus dengan petugas kesehatan terpercaya. Dokter dan bidan yang sudah ahli, kata Dokter Spesialis Kandungan Zamzani Sutriyanto. Ini karena pemasangan KB spiral tak bisa dilakukan sendiri. Butuh keahlian yang mumpuni. Istri atau perempuan yang hendak memakai KB spiral harus datang terlebih dahulu ke petugas kesehatan. Pertama yang harus dilakukan adalah tes kehamilan. Bila hasilnya negatif bisa langsung pasang KB spiralnya. Namun bisa sudah hamil tak boleh di pasang. Itu tahapan yang harus dilakukan, tukas Zamzani Sutriyanto. Buat pemula lebih baik memakai KB spiral yang jangka waktunya 4 tahun. Ini untuk mengetahui cocok atau tidaknya penggunaan alat kontrasepsi tersebut. Setelah dipasang, seminggu hingga sebulan rajin-rajinlah kontrol ke dokter. Untuk menampung keluhan-keluhan, kalau gak cocok kenapa, lalu dikasih solusi, sebut Zamzani Sutriyanto.

    Setelah 3 bulan pemasangan, kontrolah kembali ke dokter. Bila ada keluhan sakit kepala, nyeri dan sakit ketika berhubungan suami istri, ada pembengkakan di vagina serta panggul artinya memang tak cocok menggunakan KB spiral. Kalau sudah begitu ya, harus dicopot, ujar Zamzani Sutriyanto. Ada juga yang harus Anda ingat, ketika memakai KB spiral, yakni masa penggunaannya alias kadaluarsanya. Bila jangka pemakaian hanya 3 atau 8 tahun harus segara dicabut dan konsultasikan kembali pada dokter. Harus segera diganti dan dicabut, ucap Zamzani Sutriyanto. Pasalnya setiap benda asing yang masuk ke dalam tubuh manusia akan mempunyai respon yang tak baik. Bila masanya sudah habis. Respon negatif, pembengkakan di tulang panggung dan infeksi vagina, sebut Zamzani Sutriyanto. Oleh sebab itu pemakaian kontrasepsi KB spiral minimal 1 tahun sekali harus kontrol ke tenaga kesehatan. Idealnya sih 6 bulan, saran Zamzani Sutriyanto.

    Komunikasi Suami-Istri

    Penggunaan KB spiral supaya makin mantap harus pula ada komunikasi antara suami-istri. Supaya posisinya tetap mantap dan manis di mulut rahim, ujar Dokter Spesialis Kandungan Zamzani Sutriyanto. Pasalnya KB spiral yang dipasang dapat bergeser. Hal ini lantaran anotomi tubuh pengguna KB berbeda-beda ketika meresepon dan beradaptasi terhadap benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Organ reproduksi wanita kan berbeda-beda, kata Zamzani Sutriyanto. Ketika melakukan hubungan seksual pun harus lembut. Kalau terlalu agresif ada kemungkinan bisa bergeser, terang Zamzani Sutriyanto. Beban kerja perempuan yang terlalu berat juga dapat mempengaruhi posisi KB spiral. Jadi komunikasi yang baik harus ada, tutup Zamzani Sutriyanto.

    Perbincangan ini kerjasama KBR68H dengan BKKBN.


    Be Social with IYAA

    1/300

    Kirim Komentar

    Coba bilang "IYAA~~~"

    Headline News