Di era Perang Dunia II, Kim Il Sung merupakan pimpinan pasukan Uni Soviet yang terdiri dari warga buangan China dan Korea.Ayah dari ibu Jong Un, Ko Gyon Tek, merupakan seorang pekerja pabrik pakaian di Kota Osaka, Jepang. Ko merancang kostum pasukan Jepang yang saat itu melakukan perburuan terhadap pendiri dan pelopor Korut, Kim Il Sung.Seorang aktivis HAM di Jepang, Ken Kato, menemukan sejumlah dokumen militer di perpustakaan Parlemen Jepang. Dirinya yakin, Kim Jong Un tidak mengetahui latar belakang kehidupan kakeknya sendiri.Ko lahir di Pulau Jeju, yang terletak di wilayah Korea Selatan dan pindah ke Jepang pada 1929. Ko memiliki seorang putri bernama Ko Young Hee yang lahir pada 1953 di Osaka, namun pada 1961, Ko beserta keluarganya pindah ke Korut.Ko ternyata berhasil merahasiakan sejarah masa lalunya dengan bekerja di pabrik kimia. Sementara itu, putrinya menjadipenari di Galeri Mansudae dan bertemu dengan Kim Jong Il. Setelah menikah dengan Kim Jong Il, Ko Young Hee melahirkan Kim Jong Chul pada 1981 dan Kim Jong Un pada 1983. Ketika Kim Jong Il meninggal dunia pada Desember 2011, informasi mengenai istrinya mulai terkuak dan menodai citranya.Ada klasifikasi yang cukup ketat dalam struktur masyarakat Korut. Seseorang yang kembali ke Korut setelah tinggal di Jepang, tidak akan pernah menjadi masyarakat yang dihormati di Korut. Mereka bisa saja dikategorikan sebagai masyarakat yang dimusuhi, ujar Ken Kato, seperti dikutip Telegraph, Rabu (9/5).Menurut filsuf asal Korut, Kim Jong Un tidak cocok menjadi pemimpin karena latar belakang keluarganya yang berasal dari Jepang. Di bawah hukum Korut, seharusnya keluarga Jong Un berakhir di kamp konsentrasi, imbuhnya.(AUL)
Kakek Pemimpin Korut Berkhianat?

Be Social with IYAA